SKK Migas Kunjungi Pabrik Galangan Minyak Lepas Pantai: TKDN Capai 80%

7 Juni 2022 22:06
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi pekerja sektor migas sedang bekerja di sekitar anjungan pengeboran minyak Foto: Dok. SKK Migas
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pekerja sektor migas sedang bekerja di sekitar anjungan pengeboran minyak Foto: Dok. SKK Migas
ADVERTISEMENT
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas mengunjungi sejumlah industri penunjang hulu migas di Batam, Kepulauan Riau. Di antaranya termasuk pabrik galangan minyak lepas pantai.
ADVERTISEMENT
Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas, Erwin Suryadi, menjelaskan kunjungan ini dimaksudkan untuk melihat dari dekat industri dalam negeri yang berperan menunjang usaha hulu migas.
"Produk-produk dari industri dalam negeri itu, sudah memiliki daya saing dan kualitas yang baik. Bahkan tingkat kandungan lokal atau TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri ada yang mencapai 80 persen," katanya melalui pernyataan resmi, Selasa (7/6).
Dalam kunjungan itu, SKK Migas juga mengajak serta delapan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas. Salah satu yang dikunjungi adalah ASL Shipyard Indonesia, sebuah perusahaan lokal yang memproduksi dan melakukan perawatan Mobile Offshore Drilling Unit (MODU) atau galangan minyak tengah laut.
Jack up dan drilling miliki ASL Shipyard Indonesia setinggi 170 meter tersebut, telah memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) hingga 80 persen. Yang juga membanggakan, seluruhnya merupakan karya pekerja Indonesia.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Kunjungan SKK Migas dan KKKS ke industri penunjang hulu migas ASL Marine di Batam. Foto: Dok. SKK Migas
zoom-in-whitePerbesar
Kunjungan SKK Migas dan KKKS ke industri penunjang hulu migas ASL Marine di Batam. Foto: Dok. SKK Migas
Digandengnya pihak KKKS dalam kunjungan ini, diharapkan Erwin Suryadi dapat menghasilkan business matchmaker. Dari deal bisnis itu, nantinya diharapkan produk-produk industri dalam negeri dapat digunakan di industri hulu migas.
“Jika produknya berkualitas dan memenuhi standar Industri migas, kita akan supporting terus dan ini tidak main-main,” imbuhnya.
Selain ASL Shipyard Indonesia, rombongan SKK Migas dan KKKS juga mengunjungi Toemoe Valve dan perusahaan pipa seamless, Raimbow Tubulars Manufacture. Menurut Erwin, SKK Migas memiliki komitmen mendukung produk dalam negeri untuk lebih berperan di proyek hulu migas.
Sementara itu Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Rikky Rahmat Firdaus, mengatakan perusahaan-perusahaan lokal tersebut akan didorong untuk lebih berperan dan bersaing secara profesional. Harapannya, perusahaan lokal itu dapat berpartisipasi di Industri hulu migas, yang memiliki standar kerja keteknikan yang tinggi.
ADVERTISEMENT
“Banyak perusahaan lokal di Batam yang sebenarnya memiliki potensi di proyek-proyek hulu migas dan ini sangat beruntung karena perusahaan tersebut beroperasi di Indonesia,” kata Kepala SKK Migas Sumbagut itu.