Kumparan Logo

Sri Mulyani Akui Penerimaan Negara Tertekan, Defisit Akan Melebar

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
zoom-in-whitePerbesar
Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui kondisi ekonomi tahun ini cukup sulit. Penerimaan negara tertekan karena lesunya beberapa sektor utama, seperti pertambangan dan manufaktur.

Dengan kondisi tersebut, Sri Mulyani memprediksi defisit anggaran akan semakin melebar. Untuk mengantisipasi hal tersebut, dia sudah menyiapkan payung hukum untuk pelebaran defisit.

"Saya sudah mengeluarkan keputusan menkeu untuk pelebaran defisit. Dalam pembiayaan mungkin enggak terlalu besar, tapi kita tetap mengkombinasikan antara domestik dan internasional," kata Sri Mulyani di Istana Negara, Kamis (24/10).

Untuk pembiayaan melalui surat utang, Sri Mulyani mengatakan secara internasional saat ini suku bunga sangat rendah. Sehingga, ada kesempatan bagi pemerintah untuk mencari pembiayaan murah.

Serah Terima Jabatan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Nicha Muslimawati/kumparan

Saat ditanya berapa proyeksi pelebaran defisit yang sudah dihitung pemerintah, Sri Mulyani enggan menjawab. "Nanti akan kita lihat berapa," ujarnya.

Dalam APBN 2020, pemerintah menetapkan pendapatan negara senilai Rp 2.233,2 triliun. Sementara belanja negara ditetapkan senilai Rp 2.528,8 triliun.

Dengan demikian, defisit anggaran dalam APBN 2020 ditargetkan tetap sebesar Rp 307,2 triliun atau 1,76 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).