Sri Mulyani: PPKM Level 4 Demi Selamatkan Banyak Nyawa dari Ancaman COVID-19
·waktu baca 2 menit

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4 saat ini diambil demi menyelamatkan banyak nyawa dari ancaman COVID-19.
Menurut Sri Mulyani, PPKM level 4 dan lainnya merupakan respons pemerintah terhadap ketidakpastian penularan COVID-19 varian delta yang terjadi selama beberapa hari terakhir.
"Ini yang diingatkan WHO, bahwa COVID-19 akan terus bermutasi. Itu akan timbulkan tantangan yang sangat dinamis. Disebut juga varian of concern, varian yang menimbulkan kekhawatiran karena dampak penularannya yang terus berubah," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Rabu (21/7).
Dia menilai, kenaikan kasus varian delta berdampak sangat besar terhadap optimisme dunia terhadap program vaksinasi. Di Indonesia, kemunculan kasus baru itu juga berdampak terhadap angka okupansi rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR).
"Ini sangat-sangat kompleks dihadapi pemerintah. Jelas harus direspons, langkah PPKM level 4 setidaknya kurangi mobilitas adalah untuk selamatkan nyawa orang-orang yang terancam terkena COVID," katanya.
Vaksinasi dan pengetatan protokol kesehatan disebut Sri Mulyani harus makin digencarkan. Sebab, dampak terhadap kemunculan kasus varian delta telah terlihat jelas pada beberapa negara, seperti di India dan Bangladesh.
"Kondisi ancaman di sektor kesehatan untuk menangani terutama dari sisi fasilitas kesehatan, alat kesehatan, mengharuskan kita melakukan pengetatan kegiatan masyarakat. Inilah dilema sisi kesehatan, yang nanti akan dampak pada tren pemulihan ekonomi," tuturnya.
Secara terpisah, Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Gerindra, Kamrussamad, menilai PPKM Level 4 itu perlu diikuti dengan kebijakan fiskal dan percepatan bansos kepada masyarakat.
"Perpanjangan tersebut harus diikuti dengan kebijakan fiskal untuk bantuan tunai bagi pedagang pasar, warteg, kedai kopi, tukang tambal ban motor, bengkel tradisional, buruh dan pekerja," jelasnya.
Di momentum Idul Adha, pembagian daging kurban di tengah pandemi juga dinilai bisa membantu masyarakat. ”Distribusinya itu door to door, dan kita sudah buat tim di seluruh Indonesia,” katanya.
Dia menuturkan, daging hewan kurban dapat membantu masyarakat mendapat makanan bergizi di tengah PPKM yang diperpanjang ini. "Mudah-mudahan bantuan ini mampu meningkatkan asupan makanan warga. Sekaligus pula sebagai bentuk perhatian kami sehingga warga merasa tidak sendirian dalam menghadapi masa-masa sulit khususnya di saat pemberlakuan PPKM," tegasnya.
Dia berharap, pandemi COVID-19 ini segera teratasi setelah berbagai upaya dilakukan pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk menekan laju penyebaran virus corona. "Seraya berharap ekonomi nasional kembali membaik," tambahnya.
