Bisnis
·
7 Juli 2020 22:50

Tak Terbang Akibat Pandemi, 50 Pesawat Cathay Pacific Akan Diparkir di Gurun

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Tak Terbang Akibat Pandemi, 50 Pesawat Cathay Pacific Akan Diparkir di Gurun (5780)
Cathay Pacific, Maskapai yang Berbasis di Hong Kong Foto: Pixabay
Maskapai penerbangan berbasis di Hong Kong, Cathay Pacific, ikut menanggung dampak pandemi virus corona seperti juga maskapai penerbangan lain di dunia. Dari 236 pesawat milik Cathay Pacific, sebagiannya sama sekali tak terbang akibat anjloknya jumlah penumpang.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Reuters, kondisi itu memaksa maskapai penerbangan tersebut memarkirkan pesawat-pesawat berbadan lebarnya yang mangkrak terlalu lama. Dan yang menjadi pilihan tempat parkir pesawat tersebut adalah gurun pasir di Australia.
Sumber Reuters menyebutkan ada 50 pesawat berbadan lebar milik Cathay Pacific yang sedang dipertimbangkan untuk dikirim ke gurun. Selain Cathay Pacific, maskapai penerbangan lain yang sudah lebih dulu melakukan langkah itu adalah Singapore Airlines, Qantas Airways, dan Air New Zealand.
Salah satu pertimbangannya adalah karena iklim gurun lebih kering. Sementara Hong Kong di musim panas, cenderung lebih lembab dan dianggap tak baik bagi pesawat yang diparkir dalam waktu lama.
Tak Terbang Akibat Pandemi, 50 Pesawat Cathay Pacific Akan Diparkir di Gurun (5781)
Cathay Dragon dari Cathay Pacific Group membuka penerbangan langsung rute Medan-Hong Kong mulai 29 Oktober 2018. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan
Cathay menolak mengomentari jumlah armada yang dipertimbangkan untuk diparkir di gurun. Tapi mereka mengatakan, pesawat yang akan dikirim ke sana dari Cathay Pacific, tapi juga milik maskapai penerbangan lain dalam satu grup yakni Cathay Dragon dan Hong Kong Express.
ADVERTISEMENT
"Kami sedang menjajaki lokasi alternatif di luar iklim musim panas Hong Kong yang lembab yang dapat memberikan kondisi yang sesuai untuk pesawat kami saat mereka tidak terbang," kata Cathay dalam sebuah pernyataan. "Ini adalah keputusan yang bijaksana dari perspektif manajemen aset."
Sebelumnya, Cathay Pacific Cathay Pacific akan diberi dana restrukturisasi USD 5 miliar dari Pemerintah Hong Kong, Untuk mengatasi krisis usaha akibat pandemi virus corona. Cathay Pacific juga menyatakan sedang meninjau ulang bisnis penerbangan dan akan mengambil keputusan pada akhir tahun ini.