Tanda-tanda Pemulihan Ekonomi RI Makin Kuat, PMI Manufaktur Tertinggi 1 Dekade

Tanda-tanda pemulihan ekonomi Indonesia dari dampak pandemi semakin kuat. Hal ini antara lain ditunjukkan oleh Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang dirilis IHS Markit, yang menunjukkan posisi tertinggi dalam satu dekade (10 tahun terakhir).
Dikutip dari laman resmi IHS Markit, posisi Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Maret 2021 lalu tercatat di posisi 53,2. Angka tersebut naik dari 50,9 pada bulan Februari dan merupakan yang tertinggi sejak survei dimulai pada bulan April 2011.
"Indeks menunjukkan kenaikan solid pada kondisi bisnis yang melampaui puncak survei sebelumnya yang terlihat pada bulan Juni dan Juli 2014," demikian ditulis IHS Markit di laman resminya, Kamis (1/4).
Purchasing Managers' Index atau PMI merupakan indikator ekonomi yang dibuat melalui survei terhadap sejumlah purchasing manager, di berbagai sektor bisnis. Indeks yang paling diperhatikan investor dan analis adalah untuk sektor manufaktur, yang disebut sebagai PMI Manufacturing.
Posisi Purchasing Managers' Index yang tinggi di sektor manufaktur, menunjukkan pembelanjaan yang tinggi terhadap barang modal dan bahan baku, sehingga menandakan peningkatan produksi manufaktur.
Menurut IHS Markit, terdapat tanda-tanda munculnya penguatan pada kapasitas yang mendorong perusahaan manufaktur menstabilkan ketenagakerjaan. Sementara itu, kenaikan biaya bahan baku dan gangguan rantai pasokan, mendorong percepatan lebih lanjut pada laju inflasi harga input, tetapi perusahaan menaikkan harga jual mereka pada laju lebih rendah.
IHS Markit merupakan perusahaan terkemuka penyedia data dan analitik ekonomi bisnis yang terdaftar di bursa saham New York, Amerika Serikat (AS), dengan kode INFO. Data-data IHS Markit digunakan pelaku bisnis, industri keuangan, serta pemerintah dalam mengambil keputusan strategis di bidang ekonomi bisnis.
