Kumparan Logo

Tiket Pesawat Tak Juga Turun, Kemenhub Didesak Hapus Tarif Batas Bawah

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lion Air dan Garuda Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-hatta, Jakarta. Foto: AFP/Adek BERRY
zoom-in-whitePerbesar
Lion Air dan Garuda Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-hatta, Jakarta. Foto: AFP/Adek BERRY

Kebijakan pemerintah menurunkan tarif batas atas tiket pesawat rute domestik sebesar 12-16 persen dinilai tak akan signifikan menurunkan harga tiket. Apalagi, penurunan tarif atas itu hanya berlaku untuk maskapai full service seperti Garuda Indonesia dan Batik Air.

Komisioner Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Arief Safari, menilai kebijakan penurunan tarif batas atas tersebut, tak akan membuat masyarakat kembali bisa menikmati tiket murah.

Sebab, Arief menilai kebijakan pemerintah yang pada bulan lalu menaikkan tarif batas bawah dari 30 persen menjadi 35 persen, sudah terlanjur mengerek harga tiket pesawat mendekati tarif atas.

"Tidak cukup hanya batas atas saja yang diturunkan (agar tiket pesawat bisa kembali murah)," katanya kepada kumparan, Selasa (14/5).

embed from external kumparan

Dia menjelaskan, ‎penurunan TBA hanya akan terasa saat peak season, itu pun hanya pada maskapai full service. Sementara pada saat low season, harga tiket pesawat diyakini tak jauh berbeda lantaran maskapai tak mematok harga sebesar 100 persen dari TBA.

Arief meminta pemerintah menghapus TBB supaya masyarakat bisa menikmati tiket murah saat low season. Sebab ketika TBB dihapus, maskapai memiliki kesempatan untuk mengatur strategi agar tiket pesawat bisa murah.

"Batas bawah seharusnya dilepas saja karena maskapai akan berusaha lebih efisien. Tentu hal ini akan menguntungkan konsumen," ucap Arief.

Ilustrasi Maskapai Garuda dan Sriwijaya Air. Foto: Shutter stock

Sementara itu, Kepala BPKN Ardiansyah Parman menilai ketika TBB dihapus, tiket pesawat murah bisa dijual maskapai ketika misalnya terdapat penerbangan pada pagi hari. Misalnya untuk pesawat yang berangkat dini hari dari Jakarta ke Makassar.

Pesawat yang berangkat dini hari membuat maskapai bisa menjual tiket pesawat murah di bawah TBB, sebab sebelumnya tak diisi penumpang. Di samping itu, risiko dari harga tiket murah yakni terbang dini hari diyakini bisa diterima masyarakat.

"Nah orang mau berkorban pagi sekali asal murah. Nah daripada kosong, ini bisa diterapkan tarif di bawah TBB," tegas Ardiansyah.