Tips Keuangan Bagi Milenial: Turunkan Gaya Hidup, Jangan Gampang Ngutang

27 Januari 2022 16:53
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi milenial kesulitan mengatur keuangan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi milenial kesulitan mengatur keuangan. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Gaya hidup dapat berimbas negatif ke kondisi keuangan kalau tidak bisa dikelola dengan baik. Tidak jarang, lifestyle yang tinggi membuat seseorang termasuk anak muda rela berutang untuk mendapatkannya.
ADVERTISEMENT
Investor Storyteller dan Influencer, Felicia Putri Tjiasaka, mengakui kondisi tersebut biasa terjadi dan banyak ditemukan di era sosial media ini. Ia tidak mempermasalahkan kalau penghasilannya tinggi. Hanya saja, kalau penghasilan turun tentu tidak tepat kalau gaya hidup masih tinggi.
“Kita kan enggak selalu di atas ya, pas mereka jatuh di bawah lifestyle-nya kegedean, kayak beli barangnya kebanyakan dan nggak bisa untuk adjust ke bawah, akhirnya ngutang, pinjam, paylater, dan sebagainya,” kata Felicia saat acara yang digelar Sampoerna Mobile Banking, Kamis (27/1).
“Sekarang anak muda itu utangnya itu ya banyak jenisnya karena apa pun bisa diutangin, mau baju, mau kaca mata, semua bisa diutangin,” tambahnya.
Felicia mengharapkan anak muda mulai menyadari kekurangan tersebut dengan hidup sederhana atau minimalis dan tidak gampang berutang. Agar tidak mudah berutang, ia menyarankan agar langsung membuat budgeting dan konsisten menjalankannya.
ADVERTISEMENT
“Sebenarnya ada tipsnya untuk me-manage keuangan bagi milenial dan Gen Z, ya. Kita kan mungkin pertama biasakan di budgeting dan konsisten. Konsistennya itu lebih penting dari pada bikin budgeting, budgeting itu gampang bikinnya," ujarnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Ilustrasi milenial menabung saham. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi milenial menabung saham. Foto: Shutterstock
Membuat rencana keuangan atau budgeting, menurut Felicia sangat penting apalagi ketika pendapatan masih kecil. Apabila mendapatkan pemasukan lagi bisa langsung disisihkan, bukan disisakan.
Felicia menjelaskan langkah berikutnya sudah mulai membiasakan untuk berinvestasi. Namun, investasi yang dipilih harus yang benar-benar dipahami.
“Setiap kali dapat income entah dari gaji, dari bonus, dari keuntungan bisnis, dan lain-lain uangnya masuk rekening, wah itu tuh nggak usah tunggu lama itu 1 hari udah aku buang ke tempatnya,” terang Felicia.
ADVERTISEMENT
“Jadi uang harus dibuang pada tempat yang tepat, jadi aku biasanya langsung buang ke rekening investasi, produk investasinya macam-macam ya, dan harus dilihat yang cocok sama kita,” tambahnya.
Felicia menegaskan harus ada tujuan dan strategi investasi agar uang yang ditaruh untuk investasi tersebut bisa maksimal. Ia juga menyarankan agar tidak menjadi impulsive buying.
“Penting untuk menghindari utang yang alibinya self reward. Jadi kita ke mal oh baju ini bagus. Oke lihat tapi jangan langsung beli, pulang ke rumah dulu, tapi kalau kepikiran terus eh bagus kayaknya perlu deh. Nah 2 minggu, 30 hari kemudian masih ngerasa perlu ya beli. Jadi jangan beli di hari itu juga, jangan impulsif,” tutur Felicia.
ADVERTISEMENT