Tips Keuangan: Pandemi Belum Usai, Tetap Prioritaskan Dana untuk Kesehatan

Nyaris empat bulan virus corona merebak di Indonesia. Selama rentang waktu itu, pandemi COVID-19 di Indonesia telah menjangkiti 49.009 orang dan menyebabkan 2.573 kematian.
Wabah tersebut juga membuat segala sektor termasuk perekonomian terpuruk. Ketidakpastian kapan virus akan berakhir memaksa kita untuk mengatur pengeluaran secara cermat.
Menurut Perencana Keuangan Advisor Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, hingga saat ini pengeluaran yang masih tetap diprioritaskan pertama adalah belanja kesehatan. Menyetok masker, hand sanitizer, hingga face shield, menjadi pos anggaran yang paling diutamakan.
"Selain itu suplemen kesehatan, multivitamin atau herbal juga tak kalah penting. Serta kuota internet bagi para pekerja yang masih WFH," jelas Andy kepada kumparan, Rabu (25/6).
Pos anggaran selanjutnya yakni untuk asuransi kesehatan. Selain sebagai antisipasi biaya kesehatan, memiliki asuransi ini juga merupakan cara menyiapkan dana darurat di luar uang tunai.
Ia juga mengingatkan agar menghindari kegiatan-kegiatan yang bersifat leisure seperti nongkrong di kafe atau jalan-jalan. Selain untuk berhemat, langkah tersebut juga demi menghindari risiko terpapar pandemi COVID-19.
"Selain itu, perhatikan cicilan-cicilan yang harus dibayar bila memang ada. Jangan sampai kita menunggak pembayaran dan justru akan kena denda ataupun penyitaan," pungkasnya.
