Transaksi Non Tunai Makin Luas, Jasa Laundry Mulai Gunakan QRIS
·waktu baca 2 menit

Transaksi non tunai kini makin luas penggunaannya., termasuk pada jasa laundry. Ketua Umum Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI), Apik Primadya, mengungkapkan pihaknya sudah memakai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam melayani pelanggan.
“Pembayaran biasanya pakai koin laundry, sekarang membutuhkan QR Code untuk pembayaran dan menyalakan mesin laundry,” kata Apik saat webinar yang ditayangkan di Youtube Iconomics TV, Jumat (24/9).
Namun, Apik mengakui penggunaan QR Code tersebut belum bisa diterapkan di semua anggota ASLI karena memang masig belum semua memahami. Untuk itu, ia meminta ada dukungan sosialisasi penggunaan QRIS bagi para pengusaha laundry.
“Mungkin yang jadi kendala itu akhir-akhir kemarin itu enggak semuanya rata QR Code, enggak enggak rata sosialisasi akhirnya kita masih menggunakan EDC yang ada misalnya di tempat kita ada EDC Mandiri,“ ujar Apik.
Apik memastikan sosialisasi ke pelanggan bakal dilakukan seiring banyaknya pengusaha laundry yang bakal menggunakan QRIS. Selain itu, ia mengharapkan ada dukungan perbankan dalam proses penggunaan QRIS.
“Asosiasi Laundry Indonesia berharap ada sinergi dengan perbankan mana pun untuk bisa mensupport kita di dalam kita merealisasikan QRIS untuk seluruh anggota,” ungkap Apik.
“Jadi kita bisa mengedukasi para pengguna dan teman-teman asosiasi bisa meningkatkan untuk payment-nya maupun untuk transaksinya sehari-hari menggunakan QRIS,” tambahnya.
Apik menjelaskan para pengusaha laundry saat ini sudah tidak asing lagi dengan digitalisasi pembayaran karena banyak yang cashless. Ia menegaskan kondisi tersebut bisa dipermudah dengan adanya QRIS.
“Asosiasi Laundry Indonesia teman-teman ini ada 3.000 an anggota dan setiap anggota itu punya laundry 2 sampai 10 laundry dan sebagainya berarti ada 10 ribuan laundry yang sudah mulai menerapkan konsepnya cashless,” tutur Apik.
