kumparan
4 Feb 2019 12:23 WIB

Ada Peran De Rossi yang Selamatkan Roma dari Kekalahan

De Rossi merayakan gol Zaniolo di laga Roma vs Milan. Foto: Tiziana FABI / AFP
Gol Nicolo Zaniolo menyelamatkan AS Roma dari kekalahan beruntun. Sebelum berlaga melawan AC Milan pada Senin (4/2/2019), Roma menelan kekalahan memalukan 1-7 dari Fiorentina. Pada pertandingan perempat final Copa Italia 2018/19 itu, Federico Chiesa bahkan sanggup menorehkan trigol yang membikin Roma babak-belur.
ADVERTISEMENT
Cerita kekalahan menyakitkan menjadi ancaman serius ketika Krzysztof Piatek sanggup mengantarkan Milan pada keunggulan pertama di menit ke-26. Beruntung, pertandingan pekan ke-22 Serie A 2018/19 itu berakhir dengan skor imbang 1-1 karena Zaniolo berhasil mencetak gol penyama kedudukan pada menit 46.
Tersentak dengan gol pembuka Piatek, Roma meningkatkan agresivitas pertandingan. Sejak menit 27 hingga turun minum, ada enam upaya tembakan yang dilancarkan oleh para penggawa Roma. Bahkan, Roma membuat 17 upaya tembakan selama laga, berbanding dengan enam upaya yang dibangun Milan.
Namun, Milan juga tak kalah beruntung karena memiliki Gianluigi Donnarumma yang bersiaga di bawah mistar gawang. Berkat aksi penyelamatannya, gawang Milan tetap aman digempur tembakan tepat sasaran Zaniolo dan Edin Dzeko jelang babak pertama tuntas.
ADVERTISEMENT
Eusebio Di Francesco di laga AS Roma vs Genoa. Foto: Vincenzo PINTO / AFP
Eusebio Di Francesco tahu benar bahwa anak-anak asuhnya bertanding di bawah tekanan. Secara hitung-hitungan peringkat, Roma cuma ketinggalan satu angka dari Milan yang ada di peringkat kelima.
Yang menjadi pembeda paling signifikan adalah laga perempat final Copa Italia tadi. Bila Roma dihajar kekalahan telak, moral Milan terangkat karena mereka menang 2-0 atas Napoli. Terlebih, Piatek-lah yang mencetak kedua gol tersebut.
Jika Milan memiliki Piatek yang menjadi pembeda, Di Francesco menobatkan Daniele De Rossi sebagai pahlawan timnya. Berkaca pada statistik Whoscored, De Rossi memang bukan pemain yang melepaskan upaya tembakan, tapi keberadaannya di lini tengah mampu menciptakan ritme permainan Roma. Apalagi jika menilik fakta bahwa ini menjadi pertandingan pertama De Rossi di Serie A setelah absen selama kurang-lebih tiga bulan.
ADVERTISEMENT
"De Rossi bermain luar biasa malam ini. Ia memahami sepak bola dengan sangat dalam dan membuat rekan-rekannya yang bermain di sekitarnya tampil lebih baik. Ada beberapa pemain yang fundamental, dan De Rossi salah satunya. Ia berkreasi lewat umpan-umpannya. Setiap kali kami bermain 4-3-3, kami tidak mungkin bermain baik tanpanya," jelas Di Francesco.
Loading Instagram...
Krusialnya peran De Rossi memang berkaitan dengan umpan-umpan yang dikreasikannya. Ia menjadi pemain Roma yang menciptakan umpan akurat terbanyak kedua. Catatan 49 umpan akuratnya hanya kalah dari Federico Fazio yang membuat 52 umpan akurat di sepanjang pertandingan.
Gol Piatek di menit ke-26 itu memang menjadi pecut yang membangunkan 'Serigala Ibu Kota'. Tapi, terbangun saja tidak pernah cukup di setiap laga sepak bola. Roma harus menyerang dengan intens, mereka wajib menebar ancaman berbahaya yang mematikan langkah para penggawa Milan. Dan di hulu serangan-serangan itulah, De Rossi bekerja.
ADVERTISEMENT