Alisson Becker: Penerus Tradisi Kiper Jagoan di Timnas Brasil

Masih ingat dengan sosok bernama Claudio Taffarel? Ya, ia adalah figur vital yang menghadirkan titel Piala Dunia 1994 bagi Tim Nasional (Timnas) Brasil. Taffarel berhasil menepis eksekusi Daniele Massaro --penendang keempat Italia-- dalam drama adu penalti.
Penyelamatan ciamiknnya kemudian disusul dengan tembakan melambung legendaris Roberto Baggio. 'Tim Samba' lalu keluar sebagai juara pada ajang akbar yang dihelat di Amerika Serikat tersebut.
Brasil tidak kekurangan stok kiper bagus setelah Taffarel mundur dari Timnas Brasil. Tidak banyak, memang, tapi kita masih bisa menyebut nama-nama seperti hanya Dida, Julio Cesar, dan Marcos. Nama yang disebut belakangan sukses mengikuti jejak Taffarel kala mengantar Brasil juara di Piala Dunia 2002.
Kini, kesebelasan yang sudah mengantongi lima titel Piala Dunia itu sedang mengalami reformasi di sektor penjaga gawang. Alisson Becker adalah salah satu nama yang paling mentereng di antara nama-nama lainnya. Mengenai anggapan tersebut, Taffarel juga turut mengiyakan. Mantan penjaga gawang Parma itu bahkan berpendapat jika Alisson lebih baik ketimbang Gianluigi Buffon yang masih mengisi pos kiper Timnas Italia.
"Saya akan selalu menghormati karier Buffon yang cemerlang. Namun, saya percaya bahwa Alisson, sebagai penjaga gawang, lebih teknis dengan postur yang berbeda," ujar Taffarel kepada Omnisport.
"Dia selalu berdiri tegas dan yakin dengan apa yang dilakukannya. Alisson benar-benar mengesankan."
Apa yang diakatakan Taffarel tak berlebihan. Sebab Alisson telah mengukir 13 clean sheet dari 29 kesempatan bersama AS Roma di Serie A musim ini, melebihi raihan Buffon yang baru mengemas 10 clean sheet --menurut data yang dihimpun Squawka. Oke, bisa dipahami andai kiper Juventus itu minim dalam torehan clean sheet karena baru melakoni 15 laga sejauh ini. Di sisi lain, perlu diketahui bahwa pertahanan Roma tak lebih kuat ketimbang Bianconeri.
Buktinya, Alisson mencatatkan 3,03 penyelamatan di tiap pertandingan, sedangkan Buffon cuma menyentuh angka 1,8. Torehan Alisson juga masih lebih baik ketimbang Ederson dan Neto yang jadi pesaingnya sebagai penjaga gawang utama Brasil.
Taffarel menambahkan jika ia telah melihat kualitas Alisson saat masih berseragam Internacional.
"Pada saat kami bekerja dengannya di Internacional dan dengan tim nasional, kami tahu dia akan mencapai level yang tinggi."
Alisson mengawali kariernya dengan Internacional sebelum hijrah ke Roma Juli 2016 silam. Kendati begitu, ia tak langsung mendapatkan tempat reguler karena kalah bersaing dengan Wojciech Szczesny sebagai kiper utama. Baru setelah palang pintu terakhir asal Polandia itu hengkang, Alisson mendapatkan tempat permanen di bawah mistar gawang 'Serigala Ibukota'. Penampilannya yang ciamik bahkan membuat Liverpool kepincut untuk memboyongnya ke Anfield.
"Ada lebih banyak waktu yang diperlukan untuk melihat apakah dia bisa mencapai puncak atau tidak, tetapi dia memiliki kualitas untuk tetap berada di puncak dan menjadi kiper terbaik di dunia, tanpa keraguan."
Jika Taffarel, mantan kiper terbaik Brasil, mengatakan demikian, sudah seharusnya Tite memberikan Alisson tempat reguler sebagai kiper utama Brasil, bukan?
