kumparan
search-gray
Bola & Sports5 Juni 2020 17:43

APSSI Dukung Kompetisi Lanjut, tapi PSSI Harus Pikirkan Masa Persiapan

Konten Redaksi kumparan
APSSI Dukung Kompetisi Lanjut, tapi PSSI Harus Pikirkan Masa Persiapan (45945)
Virtual Meeting PSSI dengan APSSI. Foto: Dok. PSSI
Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) menggelar pertemuan virtual pada Kamis (4/6/2020) malam. Sejumlah keputusan lahir.
ADVERTISEMENT
Rencana berlanjutnya kompetisi pada September (Liga 1) dan Oktober (Liga 2) menjadi poin yang paling alot dibahas.
APSSI sebetulnya mendukung Langkah PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang ingin kembali melanjutkan kompetisi. Hanya, ada beberapa syarat yang diajukan perkumpulan pelatih lokal Indonesia itu.
Selain soal negosiasi ulang gaji, APSSI mengkhawatirkan PSSI alpa memikirkan soal masa persiapan. Yang federasi tahu cuma menetapkan kapan mulai kembali liga.
Padahal, untuk menghadapi lagi kompetisi, setiap tim membutuhkan persiapan yang lumayan panjang.
“Kalau kompetisi dimulai lagi, pertimbangkan kebutuhan pramusim untuk semua klub. Sangat berbeda latihan individu dan tim. Sesuai ilmu kepelatihan, pramusim minimal enam minggu.”
“Setelah itu ada turnamen pramusim dengan maksimal dua minggu. Jadi, total persiapan masuk ke kompetisi minimal dua bulan. Soalnya, pemain dan pelatih sudah tidak aktif lebih dari dua bulan. Jangan berpikir liga mulai September, maka latihan juga September,” ujar Yeyen Tumena, Ketua APSSI.
ADVERTISEMENT
Pernyataan Yeyen kembali ditegaskan Rahmad Darmawan yang menduduki Komite Eksekutif APSSI. Sebagai pelatih aktif yang saat ini menukangi Madura United, Rahmad membutuhkan waktu pemulihan timnya.
APSSI Dukung Kompetisi Lanjut, tapi PSSI Harus Pikirkan Masa Persiapan (45946)
Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Yeyen Tumena saat melakukan konfrensi pers usai pertandingan Indonesia melawan Malaysia. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Andaikan dipaksa bermain di kompetisi tanpa masa persiapan, Rahmad tak menjamin kondisi fisik pemain. Kompetisi tak akan kompetitif. Bahkan, pemain rentan cedera.
“Kami bicara kebutuhan sebuah tim menghadapi liga. Idealnya ada periode persiapan 2-3 bulan. Klub pasti butuh mengatur latihan kekuatan, ketangkasan, kecepatan, dan sebagainya. Kami tentu juga butuh pemulihan.”
“Itu sebuah kebutuhan. Bayangkan, (tidak beraktivitas) ini berlangsung sejak Maret. Kondisi fisik mereka tidak akan ideal. Okelah, misalnya langsung masuk kompetisi, tapi kami tak menjamin fisik pemain bugar. Tidak semua pemain memiliki fasilitas latihan memadai,” kata pelatih yang akrab disapa RD itu.
ADVERTISEMENT
Ada konsekuensi dan komitmen yang harus dijalankan PSSI terkait niat kembali menggulirkan kompetisi.
APSSI Dukung Kompetisi Lanjut, tapi PSSI Harus Pikirkan Masa Persiapan (45947)
Rahmad ketika melatih PS Tira-Persikabo. Foto: Dok. PT LIB
Jadi, tak melulu membahas soal protokol kesehatan. PSSI dan PT LIB harus berkomitmen memberikan kebutuhan klub juga, khususnya sisi teknis.
Tak heran APSSI menanyakan sudah apakah ideal keputusan kembali menggulirkan kompetisi. Pemilihan waktu dan masa persiapan menjadi pekerjaan rumah baru.
Pasalnya, dua hal itu memengaruhi tim yang akan berlaga di Liga Champions Asia (LCA) dan Piala AFC. Jangan lupa, masih ada Timnas Indonesia—masih akan berlaga di Kualifikasi Piala Dunia 2022—yang bergantung persiapan klub.
“Kami mendukung apa pun soal kompetisi tahun ini. Kalau tidak terlaksana ‘kan akan mati suri. Tentunya ada protokol kesehatan ketat. Tak cuma itu, pemain juga harus berlatih (persiapan) agar tidak kehilangan sentuhan dan gairahnya,” tutur Bambang Nurdiansyah, pelatih Muba Babel United (Liga 2) dan Komite Eksekutif APSSI.
ADVERTISEMENT
APSSI Dukung Kompetisi Lanjut, tapi PSSI Harus Pikirkan Masa Persiapan (45948)
Ilustrasi Timnas Indonesia. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
“Perhitungan gaji juga harus dihitung sejak masa persiapan. Selain itu, pemilihan waktu menjalankan kembali liga sudah memikirkan agenda AFC belum? ‘Kan harus disiapkan juga siapa juaranya yang ikut Kualifikasi LCA dan tim yang tampil di Piala AFC.”
“Kalau mulai September misalnya, November atau Desember selesai, tim tidak ada waktu istirahat. Januari langsung latihan dan sangat mengganggu persiapan untuk ke AFC. Pertimbangan lain, ada Timnas Indonesia yang menyisakan tiga pertandingan,” ujar Yeyen.
---
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk, bantu donasi atasi dampak corona!