Kumparan Logo

Arsenal Angkat Trofi Emirates Cup

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Arsenal juarai Emirates Cup 2017. (Foto: Matthew Childs/Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Arsenal juarai Emirates Cup 2017. (Foto: Matthew Childs/Reuters)

Gelar juara Emirates Cup 2017 akhirnya jatuh ke tangan Arsenal. Meski kalah dari Sevilla 2-1, Minggu (30/7) malam WIB, pada akhirnya Arsenal menjadi juara.

Dari tiga laga, The Gunners total mengoleksi sembilan poin. Mereka hanya unggul selisih gol dari Sevilla yang menempati posisi kedua.

Dua gol Sevilla dalam laga ini diciptakan oleh Joaquin Correa menit ke-49 dan Steven Nzonzi, 20 menit setelahnya. Sedangkan, satu-satunya gol Arsenal dalam pertandingan ini diciptakan oleh rekrutan baru mereka musim ini, Alexandre Lacazette, pada menit ke-62.

Emirates Cup adalah salah satu turnamen pramusim paling bergengsi di dunia. Diisi oleh Arsenal, sebagai penyelenggara, Emirates Cup menjadi sebuah ajang pertunjukan bagi kesebelasan yang sedang naik daun.

Tahun ini, Emirates Cup mengundang RasenBallsport Leipzig, Benfica, dan Sevilla sebagai kesebelasan tamu, yang bermain dalam dua hari kompetisi.

Tahu bahwa jadwal begitu mepet, Arsene Wenger, memutuskan untuk menurunkan skuat yang berbeda ketimbang laga menghadapi Benfica, Sabtu (29/7). Tampil dengan skuat yang jauh lebih bugar, Arsenal tetap saja kesulitan.

Selama awal babak pertama, Sevilla benar-benar memberikan tekanan untuk Arsenal. Dengan menampilkan trio Correa, Nolito, Wissam Ben Yedder, Sevilla berhasil membuat The Gunners dalam tekanan.

Pada menit ke-15, Ben Yedder membuat Sevilla nyaris unggul jika tembakannya tak membentur tiang gawang. Tekanan bertubi-tubi yang dilakukan kepada Arsenal, membuat Mesut Oezil dkk. lebih banyak memanfaatkan serangan balik demi masuk ke pertahanan Sevilla.

Memasuki babak kedua, Arsenal dan Sevilla bermain lebih agresif. Kebuntuan akhirnya pecah saat Correa mencetak gol pertama dalam pertandingan ini. Lewat sebuah skema yang apik, pemain asal Argentina ini membuat gawang Petr Cech tak lagi perawan.

Alexandre Lacazzete  (Foto: David Gray/Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Alexandre Lacazzete (Foto: David Gray/Reuters)

Gol Correa membuat Arsenal tersengat. Memanfaatkan Alex-Oxlade Chamberlain di kanan dan Cohen Bramall di kiri, Arsenal terus memberikan tekanan untuk lini belakang Sevilla. Gol yang ditunggu pendukung Arsenal akhirnya datang. Melalui serangan dari sisi kiri pertahanan Sevilla, Lacazette membuat fans mereka bersorak.

Belum ada 10 menit sejak gol Lacazette, Sevilla kembali menceploskan bola ke gawang Cech. Melalui serangan dari sisi kanan pertahanan Arsenal, Nzonzi melepaskan sepakan jarak jauh yang mengecoh Cech.

Skor 2-1 kembali membuat Arsenal panas. Dalam sisa pertandingan, mereka terus memberikan tekanan dan hanya sedikit peluang yang bisa diciptakan oleh Sevilla. Skor 2-1 pada akhirnya bertahan hingga peluit tanda berakhirnya pertandingan ditiup oleh wasit.

Meski kalah, Arsenal berhak atas gelar juara setelah jumlah gol mereka tak mampu disamai oleh Sevilla. Gelar ini pun menjadi trofi kelima Arsenal di Emirates Cup.