kumparan
Bola & Sports1 April 2020 18:26

Asri Akbar Keluhkan Sikap Manajemen Persijap terkait Pembayaran Gaji

Konten Redaksi kumparan
Asri Akbar, pemain Persijap Jepara. PTR
Asri Akbar, pemain Persijap Jepara. Foto: Dok. Persijap
Kebijakan pemangkasan gaji yang diinstruksikan PSSI menyusul penangguhan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 karena pandemi virus corona menuai reaksi beragam. Salah satu cerita kurang menyenangkan datang dari gelandang Persijap Jepara, Asri Akbar.
ADVERTISEMENT
Asri mengatakan bahwa perihal pemangkasan gaji selama kompetisi tak berjalan tidak masalah. Yang jadi soal, kata dia, hak pemain selama kompetisi berjalan mesti dibayarkan.
''Jika tak berkompetisi dan tak latihan kami enggak mempermasalahkan kalau gaji kami dipangkas dan kami mengerti juga keadaan keuangan klub. Tapi yang jadi soal, kami kan bertanding dan tetap latihan di Maret ini,'' kata Asri Akbar ketika dihubungi jurnalis, Rabu (1/4).
Per Maret ini, Liga 2 2020 memang baru berjalan satu pekan. Asri bersama rekan-rekannya di Persijap bahkan sudah menjalani pertandingan di laga pembuka menghadapi Persigo Semeru pada 14 Maret lalu.
Akan tetapi, karena penyebaran virus corona di Indonesia kian masif, PSSI mengambil sikap. Semula, federasi menangguhkan kompetisi selama dua pekan sejak 16 Maret hingga 31 Maret.
ADVERTISEMENT
Akan tetapi, pekan lalu, federasi menelurkan Surat Keputusan perpanjangan penangguhan. Selama Maret hingga Juni tidak ada kompetisi. Selain itu, PSSI juga menginstruksikan klub untuk memangkas gaji pemain sebanyak 75 persen.
Asri Akbar, pemain Persijap Jepara. COV
Asri Akbar, pemain Persijap Jepara (depan). Foto: Dok. Persijap
Persijap sendiri nyatanya menjalankan instruksi PSSI. Mulai Maret ini, manajemen tim beralias Laskar Kalinyamat tersebut membayarkan gaji pemain sebanyak 25 persen dari perjanjian awal.
''Ini yang jadi soal. Kami kan bertanding dan latihan full di Maret ini mestinya kami juga dapat hak kami 100 persen, tetapi manajemen malah membayarkan 25 persen dari gaji kami dengan alasan ikut arahan PSSI.''
''Jika misalnya setelah pertandingan pertama selesai dan tim diliburkan, mungkin tak masalah kami mendapat gaji 25 persen. Tapi kami malah tetap latihan sampai 29 Maret kemarin dan baru diliburkan pada 1 April ini,'' jelas pemain 36 tahun ini.
ADVERTISEMENT
Pemain yang pernah berbaju Persija Jakarta dan Borneo FC ini akan menyampaikan keluhan kepada manajemen. Jika tidak digubris, ia beserta rekan-rekannya akan mengambil jalur lain.
''Kalau tidak dibayarkan juga sisanya kami berencana akan melaporkan ke APPI [Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia, red]. Tapi kami tetap menantikan iktikad baik dari manajemen,'' Asri Akbar menutup.
***
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan