Chelsea Kembali Direstui Jual Tiket, Siap Membiru di Laga Kontra Real Madrid
ยทwaktu baca 3 menit

Chelsea mendapat keringanan dari Pemerintah Inggris. Kini, klub London Barat ini diizinkan kembali menjual tiket. Kabar baik ini membuat Stamford Bridge bakal kembali membiru dalam laga kontra Real Madrid di perempat final Liga Champions 2021/22, 7 April mendatang.
Sebelumnya, Pemerintah Inggris menjatuhkan sanksi kepada bos Chelsea, Roman Abramovich, pada 10 Maret lalu imbas konflik Rusia-Ukraina. Abramovich masuk dalam daftar oligarki Rusia yang asetnya dibekukan dan itu berdampak besar kepada The Blues.
Klub dilarang membuka toko resmi mereka, biaya operasional klub disunat, kartu kredit klub dibekukan, tidak bisa menandatangani kontrak pemain, hingga dilarang menjual tiket dan laga mereka hanya boleh dihadiri oleh pemegang tiket musiman.
Hal itu jelas merugikan Chelsea yang mengalami penurunan pendapatan karena tak bisa bergerak bebas. Namun, Pemerintah Inggris akhirnya memberikan izin agar klub bisa kembali menjual tiket pertandingan meski Roman Abramovich masih dalam sanksi.
Goal International mewartakan, dalam dokumen yang dikeluarkan oleh Pemerintah Inggris, Chelsea sekarang dapat menjual tiket untuk semua pertandingan tandang, bagi penonton umum untuk semua pertandingan di Stamford Bridge, dan tiket kandang kepada pendukung mereka di Liga Champions, Piala FA, dan Liga Super Wanita.
Izin tersebut memungkinkan mereka untuk menjual tiket di laga perempat final Liga Champions nanti melawan Real Madrid. Leg pertama yang bakal dihelat di Stamford Bridge besar kemungkinan akan penuh dan seisi stadion bakal membiru dengan para pendukung The Blues.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para penggemar Chelsea atas kesabaran mereka ketika kami bekerja sama dengan otoritas sepak bola untuk mewujudkannya [izin penjualan tiket]," kata Menteri Olahraga Inggris, Nigel Huddleston.
"Sejak Roman Abramovich masuk dalam daftar sanksi Inggris karena hubungannya dengan [Presiden Rusia] Vladimir Putin, kami telah bekerja secara ekstensif untuk memastikan klub dapat terus bermain sepak bola sambil memastikan sanksi terus ditegakkan," imbuhnya.
Meski begitu, penjualan tiket Liga Inggris kepada para penggemar The Blues masih akan dibatasi oleh Pemerintah Inggris. Hasil penjualan tiket tersebut nantinya akan diberikan kepada pihak penyelenggara liga.
Terlepas dari itu, Chelsea bisa saja segera lepas dari imbas sanksi Roman Abramovich. Pasalnya, proses penjualan klub telah berlangsung sejak 3-18 Maret. Jika The Blues sudah berpindah tangan ke bos baru, bukan tidak mungkin mereka bisa beroperasi normal seperti sedia kala.
Sejauh ini, ada dua calon bos anyar Chelsea yang memimpin persaingan. Ada pebisnis properti asal Inggris, Nick Candy, dengan tawaran 2,5 miliar poundsterling (Rp 46,5 triliun) dan Saudi Media yang mengajukan 2,7 miliar poundsterling (Rp 50,3 triliun).
