Danny Rose

Danny Rose: Pesepak Bola Premier League Diperlakukan seperti Tikus Laboratorium

20 Mei 2020 9:12 WIB
comment
10
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Danny Rose, 'full-back' kiri Inggris. Foto: Reuters/Carl Recine
zoom-in-whitePerbesar
Danny Rose, 'full-back' kiri Inggris. Foto: Reuters/Carl Recine
ADVERTISEMENT
Di mata Danny Rose, Inggris memperlakukan para pesepak bola Premier League sebagai hiburan saat pandemi COVID-19.
ADVERTISEMENT
Rose menjadi salah satu pemain yang lantang mempertanyakan logika dan etika melanjutkan Premier League 2019/20. Bukannya tak ingin kembali berlaga, tetapi Rose menilai, ada prioritas yang lebih penting untuk situasi seperti sekarang.
"Saya merasa para pesepak bola diperlakukan seperti tikus atau babi percobaan. Mereka menggunakan kami untuk melihat apa kebijakan A berfungsi, apakah kebijakan B gagal total," tutur Rose dalam Lockdown Tactics Podcast, sebagaimana dilansir Goal.
Danny Rose dipinjamkan ke Newcastle. Foto: Reuters/Matthew Childs
"Menurut saya, kerumitan yang bakal timbul dari menggelar Premier League tidak sebanding dengan dampaknya. Kesehatan saya [dan semua yang terlibat dalam laga --red] terancam demi menghibur orang-orang. Kalau mau jujur, saya tidak ingin ambil bagian," jelas Rose.
Pada Selasa (19/5/2020), Premier League mengumumkan ada enam personel dari tiga klub yang terpapar virus corona.
ADVERTISEMENT
Kepastian itu didapat setelah menjalankan tes COVID-19 pada Minggu (17/5/2020) dan Senin (18/5/2020). Mereka diminta untuk langsung mengisolasi diri selama tujuh hari.
Para pemain Newcastle United merayakan gol ke gawang Tottenham Hotspur. Foto: Peter Nicholls/Reuters
Ini bukan pertama kalinya Rose blakblakan menyatakan ketidaksetujuannya untuk berlaga saat pandemi belum mereda.
Sebelumnya, ia menilai pemerintah kelewat mengada-ada karena menyebut sepak bola dapat meningkatkan moral bangsa. Baginya, semua orang berhak sehat, termasuk para pesepak bola.
Tindakannya ini direspons oleh Steve Bruce. Sang pelatih menjelaskan kepada Rose bahwa keputusan untuk melanjutkan Premier League 2019/20 tidak dilakukan dengan asal-asalan. Protokol yang dibuat berdasarkan pengukuran situasi dan risiko secara detail.
"Saat sarapan, saya menyadari bahwa Steve Bruce menelepon saya. Kami mengobrol. Ia mengatakan, saya harus bicara lebih baik kalau memang ingin mempertanyakan kebijakan Premier League," tutur Rose.
ADVERTISEMENT
"Ia menjelaskan metode dan pengukuran yang dipakai oleh otoritas kompetisi. Semuanya dibuat seaman mungkin. Namun, selama ini saya menyimak berita. Sebagai figur publik, para pesepak bola punya ruang untuk bicara. Oke, saya akui, seharusnya saya bicara dengan lebih baik waktu itu," tutur Rose.
"Coba pikirkan ini. Enam pekan lalu, [Health Secretary], Matt Hancock meminta para pesepak bola untuk menerima pemotongan gaji. Sekarang, kami diminta untuk menghibur orang-orang," papar Rose.
Klub-klub Premier League diizinkan untuk menggelar latihan dalam kelompok kecil pada Selasa (19/5/2020). Spekulasi yang beredar, kompetisi direncanakan untuk dilanjutkan pada 12 Juni 2020.
====
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk, bantu donasi atasi dampak corona!
Ayo, ikutan Home of Premier League dan menangi 1 unit smartTV dan 2 jersi original klub Liga Inggris. Buruan daftar di sini.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten