Datangkan Ibrahimovic ke Tottenham Bukan Keputusan Logis bagi Mourinho

Siapa pun yang membaca buku 'I am Zlatan: My Story On and Off the Field' bisa memahami bahwa Jose Mourinho adalah pelatih ideal untuk Zlatan Ibrahimovic. Kesimpulan itu bahkan sudah bisa diterka dari caranya membuka kisah di biografinya itu.
"Pep Guardiola, manajer Barcelona, dengan memakai jas abu-abu dan ekspresi wajah yang memancarkan kekesalan, mendatangi saya. Ia terlihat tidak senang. Awalnya saya mengira ia adalah orang yang baik, tidak sehebat Mourinho atau [Fabio] Capello, tetapi tetap oke."
Di mata Ibrahimovic, Mourinho ibarat Guy Roux. Namun, dalam versi yang lebih nyeleneh. Mourinho tak cuma genius. Ia adalah pelatih yang selalu berusaha dekat secara emosi kepada para pemainnya.
Mourinho adalah bapak yang baik dan menyenangkan sekaligus bagi Ibrahimovic. Itulah sebabnya ia merasa sah-sah saja kalaupun harus mati untuk Mourinho. Setidaknya, penegasan itulah yang muncul di bukunya tadi.
Entah bagaimana caranya, kedatangan Mourinho ke Tottenham Hotspur dan kepergian Ibrahimovic dari LA Galaxy bertemu pada satu titik bernama spekulasi. Ibrahimovic disebut-sebut sebagai calon kuat penyerang baru Tottenham yang bakal didatangkan pada bursa transfer Januari 2020 nanti.
Spekulasi demikian tentu sampai ke telinga Mourinho. Dalam wawancara jelang matchday kelima Liga Champions 2019/20 melawan Olympiacos, Mourinho menegaskan bahwa pintu untuk Ibrahimovic pasti tertutup.
"Saya memiliki hubungan yang sangat spesial dengan Ibrahimovic. Ia adalah individu dan pemain yang luar biasa. Namun, tak mungkin ia menjadi pemain Tottenham," jelas Mourinho, dilansir ESPNFC.
"Kami memiliki penyerang terbaik di Inggris. 'Kan tidak masuk akal kalau penyerang seperti Zlatan [Ibrahimovic] datang ke klub yang sudah diperkuat Harry Kane," lanjut Mourinho.
Kane masih menjadi andalan Tottenham, tak peduli di Premier League maupun Liga Champions. Bila ditotal, Kane turun 16 kali di dua turnamen itu.
Kane tak sekadar bermain. Ia membuat 11 gol dan satu assist. Kualitas seperti itulah yang memantapkan keputusan Mourinho untuk tak merekrut Ibrahimovic, setidaknya dalam waktu dekat.
***
Dalam sebuah pertandingan sehari sebelum Ibrahimovic menerima penghargaan sebagai pemain asing terbaik Serie A, Inter Milan tertinggal 0-2 sampai turun minum.
Mourinho datang menghampiri Ibrahimovic di ruang ganti. Di hadapan penyerang Swedia itu, Mourinho berkata: 'Katamu besok kamu bakal dapat penghargaan? Kamu seharusnya malu karena tidak bisa berbuat apa-apa untuk timmu hari ini. Lebih baik kamu memberikan penghargaan itu untuk ibumu atau siapa saja yang lebih pantas.'
Mourinho bukan Guardiola. Sehebat apa pun Guardiola, ia adalah badut di mata Ibrahimovic. Mourinho adalah orang yang kata-katanya tidak bisa dibantah Ibrahimovic.
Itulah sebabnya tak ada bantahan untuk kritik setajam tadi--padahal kita semua tahu seblakblakan apa Ibrahimovic. Pun demikian dengan omongan Mourinho soal kesempatan Ibrahimovic berlaga di Tottenham--setidaknya hingga sekarang.
Ya, begitulah. Saat kita menyadari ada manusia yang mampu membuat Ibrahimovic terdiam, barangkali saat itu pula kita menyadari sespesial apa orang itu.
*** Pertandingan kelima Grup B Liga Champions 2019/20 antara Tottenham Hotspur dan Olympiacos akan digelar di Tottenham Hotspur Stadium pada Rabu (27/11/2019). Sepak mula berlangsung pada 03.00 WIB.
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo, buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersi original.

