kumparan
9 Januari 2020 20:25

Denda PSSI Akibat Kerusuhan di Bukit Jalil Lebih Besar dari Malaysia

Indonesia vs Malaysia
Aksi suporter Indonesia di pertandingan Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
FIFA kembali menjatuhkan sanksi berupa denda kepada PSSI. Dalam FIFA Disciplinary Code pasal 16 tanggal 19 Desember, FIFA menghukum PSSI dengan denda sebesar 200.000 franc swiss (chf) atau senilai Rp2,8 miliar.
ADVERTISEMENT
Denda tersebut diberikan akibat insiden kericuhan suporter saat Timnas Indonesia bertandang ke Malaysia pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 pada 19 November 2019. Selain itu, PSSI juga dihukum laga kandang tanpa penonton saat Timnas Indonesia menjamu Uni Emirat Arab pada 31 Maret 2020.
Sanksi terbaru itu merupakan yang kedua. Sebelumnya, pada 9 Oktober 2019 FIFA juga menjatuhi denda kepada PSSI sebesar 45.000 franc swiss (chf) atau sekitar Rp643 juta.
Kerusuhan suporter kala Indonesia menjadi tuan rumah buat Malaysia di Kualifikasi Piala Dunia pada 5 September lalu menjadi alasan hukuman FIFA itu.
Menilik sanksi dari FIFA tersebut, PSSI tak tinggal diam. Federasi mengaku telah bersurat kepada FIFA untuk meminta penjelasan secara rinci soal keputusan Komite Disiplin FIFA.
ADVERTISEMENT
“Kami sudah bersurat ke FIFA. Jadi, kami ingin penjelasan lebih rinci atas keputusan sanksi itu. Apa saja yang mendasari hukuman itu,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule.
Bila Indonesia mendapat sanksi berat sebesar 200.000 franc swiss, maka tuan rumah Malaysia justru lebih ringan. FAM (federasi Malaysia) "hanya" dihukum 50.000 franc swiss (sekitar Rp711 juta).
Seperti dilansir New Straits Times, denda kepada Malaysia muncul setelah FAM gagal menjawab kepercayaan FIFA. Padahal, FAM sudah diberi peringatan terkait insiden di Stadion Bukit Jalil saat menghadapi Uni Emirat Arab pada 10 September 2019.