Dimitri Payet Ingin Pergi, Bilic (dan West Ham) Frustrasi

"Dimitri Payet, uh... Dia ingin pergi."
Dengan raut wajah yang begitu kecewa dan frustrasi, Pelatih West Ham United, Slaven Bilic, mengatakan hal tersebut. Pasca-latihan hari Kamis (12/1/2017) ini, Bilic mengumumkan jika pemain andalannya itu sudah tak ingin bermain lagi untuk The Hammers.
Kabar kepergian Payet dari West Ham pada bursa transfer Januari ini memang begitu kencang. Dari mulai klub asal Inggris seperti Arsenal, Liverpool, atau Manchester United, hingga klub dari liga top Eropa lainnya, yakni Real Madrid dan Paris Saint Germain, berniat memboyongnya.
Bilic, tidak bisa tidak, pasti akan pusing dengan situasi. Pasalnya, Payet merupakan pemain andalannya sejak bergabung dari Marseille pada awal musim lalu. Pada musim perdananya, dengan catatan 9 gol dan 12 assist, pria Prancis itu pun langsung menjadi top-skorer sekaligus pencetak assist terbanyak bagi West Ham.
Musim ini pun tak berubah. Kendati bukan lagi menjadi top-skorer, Payet masih memimpin daftar pencetak assist terbanyak West Ham. Dari 17 penampilannya, total sudah 6 assist yang ia bukukan. Belum lagi, catatan umpan kunci dan penciptaan peluangnya juga adalah yang terbanyak di antara pemain lain.
Jika dikonversi dari musim lalu, total Payet telah menciptakan 170 umpan kunci dan 189 kali mengkreasikan peluang. Raihan 189 penciptaan peluang miliknya itu bahkan menjadi jumlah yang paling banyak di lima liga top Eropa (Premier League, Serie A, Bundesliga, Ligue 1, dan La Liga) dalam dua musim terakhir ini.
Payet si jenius itu memang merupakan nyawa permainan West Ham. Tapi sayang kejeniusan Payet itu tak mampu dimanfaatkan Bilic dan pemain-pemain West Ham lain pada musim ini. Tengok saja dari 68 umpan kunci yang diciptakannya, hanya ada enam yang mampu diubah menjadi gol oleh rekan-rekannya.
Karenanya, West Ham kerap tampil buruk dan terlalu sering menelan kekalahan musim ini. Musim ini The Hammers total telah menelan 14 kekalahan dari 28 laga di seluruh kompetisi. Hingga pekan ke-20 Premier League pun mereka hanya berada di peringkat ke-13. West Ham menjadi godam yang tak lagi bertaji musim ini.
Kendati begitu, Bilic, masih dalam konferensi pers yang sama dan dengan raut wajah yang sama pula, mengungkapkan jika West Ham tak akan melepas pemain berusia 29 tahun tersebut. "Kami, seperti yang sudah pernah saya katakan sebelumnya, tidak akan menjualnya."
"Kami tidak akan menjualnya, tidak apa pun (situasinya). Ini bukan soal uang atau yang lain. Kami ingin mempertahankan pemain terbaik kami. Saya sudah berbicara dengan petinggi klub dan ini bukan soal uang. Kami memberinya kontrak panjang karena kami ingin dia bertahan," tambah Bilic.

Tapi dengan situasi seperti ini, pelatih asal Kroasia itu mengungkapkan jika Payet untuk sementara dipastikan bakal diparkir oleh dirinya. Bilic ingin sikap sang pemain menjadi lebih baik dan mengurungkan niatnya untuk hengkang dengan diberikan hukuman tersebut.
"Hingga dia mengubah sikapnya, dia keluar sementara dari tim. Dia tidak akan menjalani latihan bersama kami," ujarnya.
"Saya berharap dia bisa kembali dan menunjukkan komitmen serta determinasinya untuk tim ini seperti yang ditunjukkan tim lain kepadanya," pungkas Bilic.
Kini raut wajah kecewa dan frustrasi seperti yang ditunjukkan Bilic pada konferensi pers ini akan semakin sering terlihat di pinggir lapangan, ketika ia memipin West Ham berlaga. Sebab, dengan Payet saja dia kerap menunjukkan ekspresi wajah kebingungan sambil menggaruk-garukan kepalanya, apalagi tanpa sang pemain andalan.
