Kumparan Logo

Erick Thohir Ditanya Bidding Piala Dunia 2034: Jangan Mimpi Kejauhan Dulu

kumparanBOLAverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang pria mengambil gambar replika trofi Piala Dunia FIFA di depan Stadion Al-Bayt di al-Khor jelang turnamen sepak bola Piala Dunia FIFA Qatar 2022 pada Kamis (10/11/2022). Foto: Kirill Kudryavtsev/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pria mengambil gambar replika trofi Piala Dunia FIFA di depan Stadion Al-Bayt di al-Khor jelang turnamen sepak bola Piala Dunia FIFA Qatar 2022 pada Kamis (10/11/2022). Foto: Kirill Kudryavtsev/AFP

FIFA mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Dengan kondisi seperti sekarang ini, Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI belum berani bicara soal mimpi menggelar Piala Dunia level senior tahun 2034.

Menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034 telah menjadi cita-cita PSSI sejak lama. Pada 12 Maret lalu, Erick juga pernah mengatakan bahwa ada harapan hal itu akan terwujud jika Indonesia sukses menggelar Piala Dunia U-20 2023.

Namun nyatanya, Indonesia sudah batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Sekarang, Erick akan fokus agar PSSI tidak disanksi berat oleh FIFA, alih-alih memikirkan mimpi yang terlalu jauh.

Erick Thohir Usai Laporan ke Jokowi. Foto: Wisnu Prasetiyo/kumparan

"Hari ini kita jangan berpikir terlalu jauh dengan mimpi-mimpi 2034 ada Piala Dunia, ada Olimpiade [2036] yang kemarin disampaikan di G20 antara Presiden IOC, Thomas Bach, dengan Indonesia," terangnya di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (31/3).

"Saya rasa mungkin dengan berat hati kita bicara penyelesaian ini dulu karena itu [Piala Dunia 2034] bukan hal prioritas hari ini," tambah Erick.

Untuk sekarang, dalam waktu dekat, Erick Thohir akan menyelesaikan apa yang diminta Presiden Jokowi kepadanya. Pertama soal buku biru transformasi sepak bola Indonesia, kedua soal negosiasi dengan FIFA terkait sanksi.

Warga berjalan di dekat papan promosi Piala Dunia U-20 Indonesia 2023 di kawasan GBK Arena, Jakarta, Kamis (30/3/2023). Foto: Aprillio Akbar/Antara Foto

"Ada dua hal, satu segera membuat peta biru transformasi sepak bola Indonesia. Bapak presiden menekankan ini harus segera selesai dan disampaikan kepada FIFA," jelas Erick.

"Kedua, bapak presiden juga menginstruksikan langsung kepada saya segera kembali membuka pembicaraan bersama FIFA untuk kita tetap menjadi bagian dari keluarga besar FIFA, sehingga bisa diartikan bahwa presiden tak mau kita terkucilkan dari peta persepakbolaan dunia," tandasnya.