Erick Thohir Jadi Menpora, Presiden FIFA Beri Selamat
ยทwaktu baca 2 menit

Presiden RI, Prabowo Subianto, melantik Erick Thohir sebagai Menpora di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu (17/9) sore WIB. Kabar ini sudah terdengar ke telinga Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Infantino mengucapkan selamat kepada Erick tak lama usai pelantikan tersebut. Ia juga memuji pencapaian Erick selama menjadi Ketum PSSI selama ini.
"Selamat dari hati terdalam kepada Erick Thohir atas penunjukannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia yang baru," tulis Infantino di akun Instagram pribadinya.
"Sebagai Ketum PSSI, beliau telah melakukan pekerjaan luar biasa dan saya yakin beliau akan membawa kepemimpinan dan visi untuk peran barunya ini. Semoga sukses, Sahabatku, dalam upaya Anda membawa olahraga ke mana-mana dan memperkenalkan sepak bola kepada setiap anak muda di Indonesia," tambahnya.
Erick Thohir lantas memberikan ucapan di kolom komentar. Intinya, ia berharap hubungan FIFA dan Indonesia tetap terjalin dengan baik.
"Terima kasih atas ucapan selamat dan dukungan Anda yang tak henti-hentinya, Bapak Presiden. Kami sangat yakin bahwa melalui kolaborasi dan komitmen yang kuat, olahraga dan pemuda Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang berarti di kancah internasional," tulis Erick.
"Kami sangat menghargai dukungan besar FIFA dalam mendorong perkembangan sepak bola di seluruh Asia, termasuk di Indonesia. Semoga sinergi antara FIFA dan Indonesia ini terus berkembang dan berkontribusi pada perkembangan sepak bola global," tandasnya.
Erick masih belum melepas jabatannya sebagai Ketum PSSI. Ia menunggu penilaian FIFA terkait posisi rangkap jabatannya sebagai Menpora RI dan Ketum PSSI.
"Hari ini iya [masih jadi Ketum PSSI]. Karena kalau kita lihat sebelumnya, waktu saya [menjabat] Menteri BUMN statusnya juga sah. Karena memang kalau dilihat dari track record saya selama ini ada di dunia sepak bola," ujar Erick saat ditemui pewarta di Istana, Rabu (17/9).
"Tapi saya enggak mau mendahului. Tunggu saja biar otoritas sepak bola internasional yang menilai," tambahnya.
