kumparan
5 April 2019 21:19

Gusti Randa: Utang Bukan Tabu di PSSI

Plt. Ketua Umum PSSI, Gusti Randa
Plt. Ketua Umum PSSI, Gusti Randa. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Timnas U-22 Indonesia menorehkan catatan emas di ajang Piala AFF U-22 2019. Pada ajang yang terselenggara di Kamboja tersebut, 'Garuda Muda' menyabet gelar juara usai mengalahkan Thailand U-22 di laga pemungkas.
ADVERTISEMENT
Prestasi tersebut disambut gegap gempita oleh seluruh masyarakat Indonesia. Wajar kiranya, karena trofi juara ajang ini baru kali pertama masuk ke kabin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Ada cerita miris di balik capaian positif tersebut. Selama keikutsertaan anak-anak asuh Indra Sjafri berlaga, PSSI harus berutang menutupi pembiayaan.
Sorotan tajam lantas tertuju kepada federasi sepak bola Tanah Air tersebut. Terlebih setelah sejumlah pihak seperti Nine Sport Inc mengaku masih memiliki piutang terhadap PSSI. Namun, bagi Gusti Randa selaku anggota Komite Eksekutif (Exco), hal tersebut bukanlah aib.
''Ya masalah mengutang itu saya kira bukan hal yang tabu. Sebetulnya bukan mengutang tetapi ada hamba Allah yang memberi talangan, talangan itu 'kan bahasa kerennya, bahasa resminya kita berutang, begitu,'' ujar Gusti ketika ditemui di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat.
ADVERTISEMENT
Timnas U-22 Indonesia, Piala AFF U-22 2019
Para pemain Timnas U-22 Indonesia melakukan selebrasi setelah memenangkan pertandingan Grup B Piala AFF U-22 di Stadion Nasional Olimpiade Phnom Penh, Kamboja, Jumat (22/2). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Terkait utang untuk mengakomodasi kegiatan Timnas U-22, hal tersebut tak lepas dari kekosongan di kas PSSI. Pihak federasi kesulitan mencari sponsor menyusul isu miring macam pengaturan skor yang menyeret sejumlah pejabat sebagai tersangka.
Utang tersebut pertama kali diutarakan oleh anggota Komite Eksekutif PSSI lainnya, Refrizal. Dia menyatakan ada pihak yang menjembatani dana kegiatan seluruh pemain dan ofisial Timnas U-22.
''Untuk memberangkatkan Timnas U-22 ke Piala AFF itu 'kan kami pinjam duit Rp 4,5 miliar. Orang 'kan tahunya juara saja,'' kata Refrizal kepada kumparanBOLA, Jumat (5/4).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan