International Women's Day 2020: Lima Perempuan Berpengaruh di Sepak Bola

Pada 8 Maret 1917, perempuan di Uni Soviet resmi mendapatkan hak untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum. Momen bersejarah itu kini dirayakan, tak hanya oleh perempuan di Rusia, tetapi juga di seluruh belahan dunia.
Ya, 8 Maret dirayakan sebagai International Women’s Day.
Pada International Women’s Day, perempuan di seluruh dunia menggelorakan pergerakan feminisme. Tentu, bentuknya bermacam-macam. Bagaimanapun bentuknya, hasilnya nyata.
Seperti pada 1917 silam, pergerakan pada International Women’s Day membuat perempuan sedikit demi sedikit mendapatkan hak yang setara dengan laki-laki.
Perubahan ini juga terasa di sepak bola. Sepak bola kini mulai tak lagi dianggap sebagai olahraga laki-laki.
Banyak perempuan yang berkecimpung di dunia bal-balan, baik di dalam maupun di luar lapangan. Tak hanya itu. Kini, banyak perempuan yang memegang peranan penting di dunia sepak bola.
Nah, kumparanBOLA akan menjabarkan lima dari perempuan-perempuan yang berpengaruh di sepak bola saat ini.
Bibiana Steinhaus
Bibiana Steinhaus menciptakan sejarah pada September 2017. Kala itu, Steinhaus resmi menjadi wasit perempuan pertama yang memimpin laga di lima liga top Eropa. Ya, Steinhaus menjadi pengadil di laga Bundesliga Hertha BSC versus Werder Bremen.
Tentu saja, Steinhaus terpilih untuk memimpin laga tersebut karena ia adalah wasit yang luar biasa. Sebelumnya, ia pernah menjadi wasit Final Piala Dunia Wanita 2011 dan Final Liga Champions Wanita 2017.
Apa yang dilakukan Steinhaus membuka jalan bagi perempuan untuk menjadi wasit pada pertandingan sepak bola papan atas. Yang terkini tentu ketika Stephanie Frappart mewasiti Piala Super Eropa 2019 antara Liverpool dan Chelsea.
Fatma Samoura
Berbicara menyoal pengaruh, Fatma Samoura mungkin adalah perempuan paling berpengaruh di dunia sepak bola saat ini. Ya, Samoura kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal FIFA.
Jabatan tersebut dipegang Samoura sejak 2016 silam. Tentu, itu menjadi sejarah, karena Samoura adalah perempuan pertama yang menjadi Sekretaris Jendral FIFA.
Berdasarkan pemaparan Fortune.com pada 2019, persentase pegawai perempuan di bagian administrasi FIFA naik dari 32% menjadi 48% sejak Samoura masuk.
Di bawah kepemimpinan Samoura pula, FIFA mulai membenahi masalah finansial anggota-anggotanya yang kesulitan.
Megan Rapinoe
Megan Rapinoe adalah pesepak bola hebat. Ia memimpin Timnas Amerika Serikat menjuarai Piala Dunia Wanita 2019. Ia juga terlibat ketika Amerika Serikat menjuarai Piala Dunia Wanita 2015.
Namun, pengaruh Rapinoe jelas terasa sampai ke luar lapangan. Ia menjadi salah satu atlet yang paling vokal dalam memperjuangkan kesetaraan gender. Rapinoe juga aktif memperjuangkan penghapusan diskriminasi terhadap LGBT.
Marina Granovskaia
Chelsea meraih kesuksesan besar-besaran setelah Roman Abramovich masuk dengan uangnya yang berlimpah. Namun, uang Abramovich tak akan berguna jika tak diatur dengan sedemikian rupa oleh Marina Granovskaia.
Granovskaia menjabat sebagai Direktur Umum Chelsea. Dari situ, ialah yang memutuskan alur keluar-masuk uang di Chelsea. Urusan transfer tentunya termasuk.
Eks kiper Chelsea, Thibaut Courtois, pernah menyatakan bahwa Granovskaia adalah orang yang keras dalam bernegosiasi. Namun, tangan besi Granovskaia-lah yang membuat Chelsea bisa sesukses sekarang ini.
Ratu Tisha Destria
Indonesia tentunya memiliki wakil di sini. Namanya adalah Ratu Tisha Destria.
Tisha jelas bukanlah nama asing di dunia sepak bola Indonesia. Ia kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PSSI. Di bawah Tisha, Indonesia berhasil menggelar Liga 1 Putri dan terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.
Kiprah Tisha tentu tak lepas dari kontroversi. Namun, apa yang ia lakukan jelas sebuah gebrakan dalam dunia sepak bola Indonesia yang aroma patriarkinya masih kental.
