Kumparan Logo

Iwan Bule: Arema FC Dilarang Jadi Tuan Rumah di Sisa Kompetisi

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan (Iwan Bule). Foto: Dok. PSSI
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan (Iwan Bule). Foto: Dok. PSSI

Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan, telah mengambil keputusan terkait kerusuhan suporter Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10). Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu melarang 'Singo Edan' untuk menjadi tuan rumah di sisa musim.

Hal tersebut diketahui melalui pernyataan resmi pada Minggu (2/10) dini hari WIB. Selain itu, Liga 1 2022/23 juga dihentikan selama sepakan.

"Untuk sementara kompetisi Liga 1 2022/2023 kami hentikan selama satu pekan. Selain itu tim Arema FC dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi musim ini," ungkap Iwan Bule dikutip dari laman resmi PSSI.

Rusuh suporter Arema Foto: ANTARA FOTO/H Prabowo

Kerusuhan pecah usai Arema ditekuk Persebaya Surabaya 2-3. Iwan Bule menyayangkan insiden tersebut dan memberangkatkan tim investigasi PSSI ke Malang.

"PSSI menyesalkan tindakan suporter Aremania di Stadion Kanjuruhan. Kami berduka cita dan meminta maaf kepada korban serta semua pihak atas insiden tersebut," tutur Iwan Bule.

"Untuk itu PSSI langsung membentuk tim investigasi dan segera berangkat ke Malang," sambungnya.

Pesepak bola Arema FC Arkhan Fikri (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Persebaya Surabaya Muhammad Alwi Slamat (kanan) dalam pertandingan lanjutan BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022). Foto: Ari Bowo Sucipto/ANTARA FOTO

Sekjen PSSI, Yunus Nusi, mengaku pihaknya tengah mengumpulkan laporan dari dari kepolisian. Ia juga mengaku belum mengetahui berapa banyak korban yang berjatuhan.

"Kami masih menunggu laporan resmi dari pengawas pertandingan dan tentu laporan dari Kepolisian," ungkap Yunus.

"Namun, dari tayangan video di media sosial yang sudah tersebar di mana-mana terlihat ada kerusuhan setelah wasit meniup peluit panjang. Sekali lagi kami masih menunggu laporan apakah ada korban atau tidak,’’ tambahnya.