Juventus, Milan, atau Inter, ke Mana Sebaiknya Mertens Bertolak?

Enam tahun sudah Dries Mertens mengabdi untuk Napoli. Akan tetapi, itu semua tampaknya akan usai dalam waktu dekat. Napoli dikabarkan tak akan memperpanjang masa bakti Mertens.
Usianya yang sudah menyentuh 32 tahun jadi pertimbangan Napoli. Belum lagi dengan permintaan gaji yang dianggap terlalu tinggi.
Artinya, dengan durasi kontrak Mertens yang akan rampung di akhir musim 2019/20, besar kemungkinan Napoli akan melegonya pada Januari mendatang.
Nah, Inter Milan jadi pemangsa terdepan untuk memburu Mertens, sebagaimana dilaporkan Corriere dello Sport. Eh, tapi mereka tak sendirian. Juventus dan AC Milan juga turut berkompetisi.
Wajar, sih, klub mana pula yang tak mau menampung pemain dengan yang sudah mencetak 116 gol dari 212 pertandingan bersama Napoli. So, ke mana sebaiknya Mertens menarik kopernya? Turin atau Milan?
Juventus (Kecocokan 7)
Bisa dibilang urgensi Juventus akan Mertens saat ini tak besar-besar amat. Mereka masih punya Cristiano Ronaldo dan Paulo Dybala untuk mengisi garda terdepan. Belum lagi dengan keberadaan Gonzalo Higuain, mantan rekan setimnya di Napoli.
Kalau mau suuzan, sih, ini merupakan langkah untuk menggembosi para kompetitor Juventus di Serie A. Bukan cuma Napoli, tetapi juga tim-tim lain yang memburu jasa Mertens.
Eh, tapi jangan buru-buru berpikir demikian. Jangan lupa kalau Maurizio Sarri adalah sosok di belakang moncernya Mertens sebagai penyerang modern. Bukan tak mungkin ia akan kembali menemukan ketajamannya bersama Juventus.
Sekadar informasi, awalnya Mertens berangkat dari seorang winger sebelum beralih menjadi penyerang tajam dan mematangkan instingnya.
Titik baliknya terjadi di musim 2016/17. Kala itu Napoli ditinggal pergi striker utama mereka, Higuain. Alhasil, Sarri pun memutuskan untuk menurunkan Mertens sebagai penyerang tengah.
Hasilnya tokcer, pemain yang digondol dari PSV Eindhoven itu sukses mengemas 28 gol --cuma kalah satu gol dari Edin Dzeko sang capocannoniere di periode tersebut. Itu belum dihitung dengan raihan 9 assist-nya.
Ketajaman Mertens terus terpelihara. Total 34 gol dan 17 assist dibuatnya di dua musim selanjutnya. Eksistensi Mertens juga berlanjut di musim ini.
Kalau boleh ngomong, Mertens lebih paham Sarriball lebih dulu dibanding para pemain Juventus lainnya. Ini penting, mengingat produktivitas skuat Sarri relatif rendah.
Mereka baru mencetak 20 gol hingga giornata 12 --terbanyak ketujuh di antara kontestan lainnya. Parahnya lagi, torehan gol Bianconeri masih kalah dari Sassuolo yang mengecap satu laga lebih sedikit dari mereka.
Inter Milan (Kecocokan 8)
Menggaet pemain di bursa transfer musim dingin memang jadi misi terdekat Inter saat ini. Apalagi alasannya kalau bukan Antonio Conte. Ya, eks pelatih Tim Nasional Italia itu sejak awal sudah uring-uringan soal minimnya aktivitas transfer Nerazzurri.
Manajemen Inter pun bergerak cepat. Salah satunya dengan membidik Mertens sebagai targetnya. Perlu diingat bahwa Inter tak punya banyak stok penyerang sekarang, cuma Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez. Masih ada Alexis Sanchez, sih. Tapi, pemain yang dipinjam dari Manchester United itu masih tumbang lantaran cedera.
Rasanya tak perlu ada yang dikhawatirkan soal kecocokan taktik Conte dengan Mertens. Jebolan akademi Gent itu bakal nyetel dengan pakem dua penyerang yang diaplikasi Conte.
FYI, Mertens intens berada di wadah dua penyerang bersama Napoli. Perannya juga tak jauh beda, yakni untuk menciptakan sekaligus memanfaatkan ruang bersama target-man.
Bila bersama Napoli Mertens bersinergi dengan Arkadiusz Milik, di Inter dia bakal bertandem dengan Lukaku --kompatriotnya di Tim Nasional Belgia.
Oh, ya, langkah Inter untuk mendatangkan Mertens bukan cuma soal kebutuhan, akan tetapi juga aksi preventif kalau-kalau Lautaro Martinez pergi. Bukan rahasia lagi kalau Barcelona ngebet memboyong penyerang asal Argentina itu Camp Nou.
Melihat kekuatan finansial Barcelona, bisa jadi mereka bakal membayar klausul pelepasan Lautaro yang menyentuh angka 111 juga euro itu di awal musim depan.
Nah, Mertens adalah pilihan yang paling ekonomis dan efektif untuk mengover Lautaro. Harga belinya ditaksir cuma menyentuh 22,5 juta euro (berdasarkan data Transfermarkt).
CV Mertens juga tak perlu diragukan lagi karena Mertens rata-rata mencetak 21 gol per musim sejak Serie A edisi 2016/17. Sementara soal assist, angkanya juga lumayan dengan rata-rata 8,6 per musim.
AC Milan (Kecocokan 8,5)
Pindah ke Milan bisa jadi langkah downgrade bagi Mertens. Rossoneri saat ini jauh dari label kandidat juara. Alih-alih demikian, untuk bersaing di papan atas saja mereka kesulitan. Tengok saja posisi Milan di tabel klasemen yang kini cuma berada di peringkat ke-14.
Tak sampai di situ, Mertens juga bakal kehilangan kans untuk manggung di kompetisi Eropa. Secara, Milan memang tak turut serta di ajang Liga Champions dan Liga Europa.
Dalam perspektif lain, Mertens bakal mendapatkan peran penuh di Milan nanti. Tak seperti di Juventus atau Inter, ia bakal tampil secara reguler dalam skuat besutan Stefano Pioli itu.
Rendahnya produktivitas para penyerang Milan jadi alasan paling mendasar. Toleh saja jumlah gol Krzysztof Piatek yang cuma mencapai angka 3. Rafael Leao lebih parah lagi karena baru mengemas sebiji gol dari sembilan penampilannya di Serie A.
Alternatif lainnya, Mertens bisa ditempatkan di sektor sayap dalam format dasar 4-3-3, melengkapi Suso sebagai kreator serangan Milan di tepi kanan.
