Kumparan Logo

Kisah Diego Capel: Dulu Disandingkan dengan Ronaldo & Messi, Kini Tanpa Klub

kumparanBOLAverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Diego Capel. Foto: MIGUEL RIOPA/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Diego Capel. Foto: MIGUEL RIOPA/AFP

Diego Capel pernah disamakan dengan sosok Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Ia pernah menjadi perbincangan dunia ketika memperkuat Sevilla. Setelah itu, pemuda berpostur 173 cm tersebut hilang bak ditelan bumi.

Capel sempat dianggap sebagai pesepak bola yang memiliki kemampuan luar biasa saat beroperasi di sayap. Pemuda kelahiran Albox, 16 Februari 1988, tersebut mempunyai kecepatan, akselerasi, dan skill olah bola jempolan. Itu bikin Capel dianggap sama dengan Ronaldo dan Messi.

Terbukti, selama bertahun-tahun merumput di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, beragam gelar berhasil dipersembahkan. Capel meraih Copa del Rey 2009/10, Supercopa de Espana (2007), dan Piala UEFA (2005/06, 2006/07).

Ketika itu, Los Rojiblancos berada dalam arahan pelatih hebat, Juande Ramos, dan diperkuat banyak pemain top seperti Jesus Navas, Luis Fabiano, Daniel Alves, Frederic Kanoute, hingga almarhum Antonio Puerta.

Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Foto: Reuters

Prestasi membanggakan di level klub membuat Capel dipanggil memperkuat Timnas Spanyol pada 2008. Dia tercatat menjalani dua caps bersama La Furia Roja dan melakukan debut gemilang saat menang menghadapi Denmark 3-0. Capel mencetak dua assist.

Namun, itu bukan kesempatan pertama Capel dengan Timnas. Pasalnya, saat junior, dia adalah langganan bagi La Furia Roja. Dia membawa Spanyol U-19 juara Piala Eropa U-19 pada 2006. Dia juga sukses bersama Spanyol U-21 pada Piala Eropa U-21 pada 2011.

Setelah puas di Sevilla, dia memilih membela Sporting Lisbon setelah ditebus dengan mahar 6 juta euro pada 2011. Performa Capel sebenarnya bagus ketika berada di Portugal. Terbukti, tiga klub raksasa Inggris, Tottenham Hotspur, Arsenal, dan Liverpool sempat melakukan pendekatan untuk membajak Capel.

video youtube embed

Sayangnya, Capel mengambil jalan yang salah. Ia menolak proposal bermain di Premier League. Sang pemain justru hijrah ke Italia untuk bermain bersama Genoa pada 2015/16. Capel gagal menunjukkan performa terbaik di Negeri Pizza hingga akhirnya putar haluan ke Belgia membela Anderlecht pada 2016/17.

Capel sempat pulang kampung bersama Extremadura pada 2018/19 setelah menganggur selama 2017/18. Tapi, kariernya di kampung halaman tidak sesuai harapan hingga akhirnya dipinang manajemen Birkirkara di Liga Malta pada bursa transfer musim dingin 2020. Dia dikontrak enam bulan dengan opsi perpanjangan.

Diego Capel. Foto: CATARINA MORAIS/AFP

"Saya sangat senang dengan kepercayaan yang diberikan klub ini. Saya tak sabar segera memberikan kontribusi. Pikiran saya akan tercurah penuh bersama Birkirkara. Saya berharap bisa melakukan penyesuaian secepatnya," ujar Capel kepada Times of Malta.

Chairman Birkirkara, Frank Zarb, menuturkan pihaknya sedang gencar melakukan perekrutan pemain. Selain mendapatkan Capel, Birkirkara lebih dulu merekrut pemain berpaspor Italia, Claudio Bonanni. "Kami punya ambisi besar di kompetisi. Kami ingin tampil di kompetisi Eropa musim depan," kata Zarb.

Kendati demikian, kontrak Capel tidak diperpanjang. Menurut catatan Transfermarkt, ia kini tanpa klub alias nganggur. Adapun, sang winger berusia 33 tahun itu berhasil mengemas 30 gol dan 53 assist dari 379 laga di semua ajang. Capel juga bikin 2 caps bareng Spanyol.

****

embed from external kumparan