Kumparan Logo

Kunci Kemenangan Tottenham: Dari Eriksen sampai Kelembutan Mourinho

kumparanBOLAverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jose Mourinho memeluk Christian Eriksen usai laga melawan Olympiacos. Foto: Reuters/Eddie Keogh
zoom-in-whitePerbesar
Jose Mourinho memeluk Christian Eriksen usai laga melawan Olympiacos. Foto: Reuters/Eddie Keogh

Untuk pertama kalinya selama berkiprah sebagai pelatih di Liga Champions, Jose Mourinho mampu meraih kemenangan setelah tim asuhannya tertinggal dua gol terlebih dahulu.

Rabu (27/11/2019) dini hari WIB, Tottenham Hotspur menjamu Olympiacos di London. Ini adalah laga pertama Mourinho sebagai pelatih The Lilywhites di Liga Champions.

Mulanya, laga berjalan tak sesuai harapan Mourinho karena Olympiacos mampu mencetak dua gol cepat. Ketertinggalan ini direspons The Special One dengan memasukkan Christian Eriksen pada menit ke-29 untuk menggantikan Eric Dier.

Hasilnya, Tottenham mampu memecah kebuntuan pada akhir babak pertama dan akhirnya sukses membalikkan keadaan di babak kedua untuk meraih kemenangan 4-2.

Seusai laga, Mourinho pun membeberkan alasannya menarik keluar Dier. Pria Portugal itu mengakui bahwa pergantian itu merupakan sebuah keputusan sulit.

kumparan post embed

"Momen tersulit dalam laga ini bukan ketika mereka mencetak dua gol tetapi saat aku harus melakukan pergantian di babak pertama. Itu menyakitiku dan juga sang pemain," kata Mourinho, dilansir UEFA.com.

"Namun, yang terpenting adalah dia mengerti alasannya. Dia adalah pemain cerdas dan tahu bahwa aku melakukan itu untuk kepentingan tim."

"Kami butuh solusi berbeda. Kami tertinggal 0-2 dan mereka menekan dengan bagus. Aku membutuhkan orang kedua sebagai pendamping Dele Alli untuk bergerak di antara pemain lawan. Ini semua kulakukan untuk tim," jelasnya.

Dengan masuknya Eriksen itu, permainan Tottenham berubah. Namun, mereka baru bisa mencetak satu gol pada babak pertama sehingga masuk kamar ganti dengan kondisi tertinggal.

Mourinho mengungkapkan bahwa di situasi seperti itu, dia memilih untuk tidak mengeluarkan kata-kata keras. Sebab, dia tahu bahwa para pemain Tottenham saat ini lebih memerlukan kasih sayang.

Jose Mourinho merayakan gol Tottenham. Foto: AFP/Ben Stansall

"Aku harus menjadi versi diriku yang lebih lembut pada babak pertama. Aku sendiri juga terkejut. Saat ini mereka membutuhkan kasih sayang, bukan kritikan, dan aku harus menjaga keseimbangan emosi," tutur Mourinho.

"Kami berbicara soal beberapa detail taktik dan penyesuaian posisi tetapi secara keseluruhan yang perlu dibangun adalah kepercayaan diri, terutama dalam menghadapi situasi sulit," tambahnya.

Kemenangan Tottenham ini juga tidak bisa dipisahkan dari peran seorang anak gawang yang dengan cepat memberikan bola kepada Serge Aurier untuk mengawali gol penyama kedudukan dari Harry Kane.

Berkat si anak gawang, momentum serangan Tottenham terjaga, Lucas Moura bisa dengan cepat membawa bola ke kotak penalti, dan gol pun akhirnya tercipta. Oleh Mourinho, si anak gawang pun dipuji.

"Aku sendiri merupakan anak gawang yang jago di usia 10 sampai 15 tahun. Bocah tadi sangat pandai menjalankan tugasnya. Dia mampu memahami pertandingan dan menikmati jalannya laga. Aku ingin mengajaknya merayakan kemenangan di ruang ganti tapi dia sudah menghilang," ucap Mourinho.

X post embed

Dengan kemenangan ini, Tottenham pun lolos ke babak 16 besar sebagai runner-up Grup B. Keberhasilan ini membuat Mourinho merasa puas karena tak didapatkan dengan gampang.

"Kami berhasil lolos ke babak berikutnya, dan itu adalah hal terpenting bagi klub ini dan para suporter. Kemenangan ini tak kami dapatkan dengan mudah karena mereka adalah tim yang sangat bagus dan sangat rapi dalam bermain," ucapnya.

"Mereka menyerang rasa percaya diri kami. Aku tidak mengira para pemainku sampai merasa tertekan di kandang sendiri. Di situasi itu, aku meminta mereka untuk tetap tenang dan percaya pada diri sendiri," tutup Mourinho.

West Ham United sudah, Olympiacos pun sudah. Dua laga sudah dilalui Mourinho dan dua kemenangan telah dia persembahkan bagi Tottenham. Tantangan berikutnya bagi sang pelatih adalah laga melawan Bournemouth, Sabtu (30/11) malam WIB mendatang.

Saat ini, Tottenham berada di urutan ke-10 klasemen Premier League. Jika berhasil menang atas Bournemouth, mereka berkesempatan untuk merangsek sampai ke urutan lima.