Mengenal Calon Bek Anyar Manchester United, Victor Lindeloef

Manchester United mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan Benfica untuk menggaet Victor Lindeloef. Pertanyaannya sekarang: siapakah Victor Lindeloef?
Oke, kami paham bahwa nama Lindeloef sudah beredar sejak Januari lalu, ketika United dikabarkan sedang butuh-butuhnya akan seorang bek tengah. Namun, kabarnya kala itu, manajer United, Jose Mourinho, memilih untuk menunda mendatangkan bek asal Swedia tersebut.
Baru pada Minggu (11/6/2017) dini hari WIB, United mengumumkan kalau mereka telah mencapai kesepakatan dengan Benfica. Lindeloef kini tinggal selangkah lagi menjadi rekrutan pertama “Setan Merah” di bursa transfer musim panas 2017. Setelah menjalani tes medis dan menandatangani kontrak, maka jadilah sudah ia pemain United.
[Baca Juga: Manchester United Bakal Kedatangan Bek Baru, Siapa?]
Sekarang, ada baiknya membedah soal siapa Lindeloef dan mengapa United benar-benar membutuhkan jasanya.
Lindeloef, yang lahir pada 17 Juli 1994, baru berusia 22 tahun (23 pada Juli mendatang), yang artinya ia masih mungkin berkembang. Dengan mendatangkannya, United bisa mendapatkan pemain yang bisa bermain di tim utama hingga tujuh atau delapan tahun ke depan. Sebuah investasi jangka panjang.
Salah satu karakteristik terpenting Lindeloef adalah dia bisa menguasai bola dengan nyaman. Ia bisa melepaskan operan dari lini belakang atau membawanya sendirian hingga ke lini tengah --dia cukup punya kecepatan. Dengan demikian, ia bisa dimainkan sebagai seorang ball-playing defender.
United punya sejarah panjang memainkan pasangan bek tengah yang saling melengkapi satu sama lain. Dimulai dari era Steve Bruce-Gary Pallister, Jaap Stam-Ronny Johnsen, hingga Rio Ferdinand-Nemanja Vidic. Biasanya, ada satu bek tengah yang bertugas sebagai “penjagal”, sementara yang lainnya adalah bek yang lebih tenang dan bertindak sebagai pengatur.
Ambil contoh Ferdinand dan Vidic. Jika Vidic adalah tukang jagalnya, dengan lebih suka bermain mengandalkan fisik dan tekel, Ferdinand adalah tipe sebaliknya. Ferdinand, yang pernah bermain jadi striker ketika masih jadi pemain junior, amat nyaman mengendalikan bola. Ia bisa menggiring bola dari belakang atau melepaskan operan.
Gampangnya begini: di United saat ini, ada Eric Bailly yang punya karakteristik mirip Vidic. Boleh jadi, Lindeloef dimaksudkan Mourinho untuk menjadi Ferdinand-nya.
Dalam catatan Squawka, Lindeloef melepaskan 1.744 operan sukses di Liga Portugal sepanjang musim 2016/2017. Jumlah tersebut unggul 402 operan dibandingkan bek-bek lainnya yang bermain di Liga Portugal musim kemarin. Dia juga berani melepaskan operan panjang, yang mana cocok jika United memilih untuk bermain direct dan melakukan serangan balik.
Kemampuan apik lainnya? Dengan tinggi 187 cm, Lindeloef jago dalam menyundul duel di udara. Lagi-lagi, ia bisa menjadi komplementer untuk Bailly, yang tidak cukup apik dalam duel udara. Pada musim 2016/2017, Bailly hanya memenangi 38 dari 66 duel di udara.
[Baca Juga: Wahai Mourinho, Belilah Pemain-pemain Ini]
Lindeloef juga disebut punya ketenangan, yang memungkinkannya tidak terganggu pressing lawan dan bisa mengendalikan bola dengan baik. Kelemahannya? Tekelnya buruk. Dari catatan Squawka, rata-rata ia hanya memenangi 0,5 tekel per laga. Tapi, ya, itu tadi… Jika dipasangkan dengan Bailly, urusan tekel-menekel ini bisa diserahkan kepada bek asal Pantai Gading tersebut.
Sejak tahun 2016, Lindeloef juga sudah menjadi bagian dari Tim Nasional Swedia. Total, sudah 12 caps ia kantongi bersama tim nasional negaranya tersebut. Dengan kata lain, ia punya cukup pengalaman bermain di laga-laga internasional.
Ia juga menjadi bagian dari Timnas Swedia yang bermain di Piala Eropa 2016. Pada turnamen internasional (senior) pertamanya itu, ia selalu dimainkan sebagai starter dalam tiga pertandingan fase grup.
Prestasi? Well, dalam dua musim terakhir, di mana ia mulai menjadi pemain reguler di tim utama Benfica, ia sukses membantu raksasa Portugal berjuluk Águias itu menjadi juara Liga Portugal.
Tak heran kalau United mengincarnya, bukan?
