Mourinho Datang, Lucas Moura Senang

Jose Mourinho ibarat santa claus bagi para penggawa Tottenham Hotspur. Dia menyulap malam yang amat gelap dan juga dingin menjadi kegembiraan.
Tottenham sukses mengakhiri puasa kemenangan tandang sejak Januari. Mereka juga sukses menggamit tiga angka dari Olympiacos di pentas Liga Champions. Hebatnya lagi, Tottenham tertinggal dua gol duluan.
Bila sebelumnya Harry Kane yang menaruh harapan besar kepada Mourinho, kini giliran Lucas Moura yang angkat bicara.
"Saya senang dia menyukai saya dan dia mengatakannya. Sangat penting bagi saya untuk mendapatkan kepercayaan dari pelatih. Saya berharap dapat membantunya dan tim," kata Moura dilansir Sky Sports.
Bagi Moura, Mourinho tak sekadar datang dengan label pelatih jempolan. Lebih dari itu, dia tahu betul bagaimana cara menyalurkan vibe positif kepada para pemainnya.
Paling kentara, ya, bagaimana Mourinho menaruh Moura pada posisi alaminya sebagai winger kanan.
Masih segar di ingatan bagaimana Mauricio Pochettino tak jarang menurunkannya sebagai penyerang. Mau bagaimana lagi? Dia tak punya stok penyerang kompeten lagi sebagai pelapis Kane.
Moura bukan berarti gagal memainkan peran sebagai penyerang. Semifinal leg kedua Liga Champions 2018/19 adalah penanda yang paling sensasional.
Moura yang kala itu diturunkan sebagai starter, berhasil mencetak hat-trick ke gawang Ajax Amsterdam. Tottenham pun melaju ke final untuk pertama kalinya.
"Setiap pemain ingin bermain, tidak peduli dengan posisi. Namun, semua orang tahu saya bukan pemain no. 9. Itu bukan posisi terbaik saya," lanjut Moura.
"Ketika Pochettino menempatkan saya di sana, saya selalu memberikan pendapat terbaik saya untuk hal yang paling penting. Sekarang saya merasa sangat baik di posisi ini [sebagai pemain lebar]. Saya selalu bermain di posisi ini, saya merasa baik dan saya bahagia."
Wajar kalau Moura kini bahagia. Dua kali tampil sebagai starter, dua kali pula dia sukses berkontribusi langsung atas lesakan Tottenham. Rinciannya, masing-masing 1 gol dan 1 assist.
Bisa dimengerti kala Mourinho memilih Moura ketimbang Erik Lamela atau memaksa Moussa Sissoko bermain di pos sayap kiri (seperti yang dilakukan Pochettino).
Saat masih membesut Real Madrid, Mourinho pernah berniat untuk mendatangkan Moura dari Sao Paolo. Namun, pada akhirnya misi itu gagal karena pemain berusia 27 tahun itu memilih untuk berlabuh ke Paris Saint-Germain.
Besar kans Moura untuk melanjutkan kejayaannya di pertandingan berikutnya. Pasalnya, di Premier League pekan 14, Spurs akan bersua dengan Bournemouth yang performanya sedang anjlok.
Dua laga terakhir dilalui The Cherries dengan kekalahan. Itu belum ditambah dengan absennya para pilar di lini belakang macam Charlie Daniels dan Simon Francis.
***
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo, buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersi original.

