Nama Bhayangkara Solo FC Baru Sah di Kongres Tahunan PSSI

Bhayangkara Solo FC adalah nama yang akan digunakan The Guardian mengarungi lanjutan Liga 1 2020. Mengusung tambahan Solo di belakang nama mereka, sekaligus menandakan mereka berpindah dari Jakarta ke Solo.
Yang jadi soal, pengubahan nama ini sempat menimbulkan polemik. Sebab, lazimnya pergantian nama sebuah klub di sepak bola Indonesia, mesti melalui sejumlah alur yang cukup panjang.
COO Bhayangkara Solo FC, Sumardji, menceritakan proses di balik penambahan ini. Menurut dia, ada sejumlah alur yang ditempuh.
''Pertama kami bersurat ke PSSI Solo yang ditujukan ke Asosiasi Kota (Askot) PSSI dan Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Tengah,'' kata Sumardji ketika berbincang dengan kumparan, Selasa (1/12).
''Kemudian, setelah semua berkas kami rampung, kami juga bersurat ke PSSI. Ini kami lakukan untuk diverifikasi dulu semuanya,'' dia menambahkan.
Adapun, perpindahan dan penambahan nama Bhayangkara Solo juga disertakan alasan. Mengutip pernyataan CEO Bhayangkara, Istiono, berujar bahwa ini jadi momen yang tepat untuk menumbuhkan semangat para generasi muda serta pemain berbakat yang dapat memajukan persepakbolaan khususnya di Kota Solo.
Kendati demikian, manajemen Bhayangkara Solo menyadari bahwa ini belum disahkan. Akan tetapi, Sumardji optimistis nama dan pemindahan stadion baru Awan Setho dan kolega akan berjalan dengan baik.
''Semua kan disahkan di Kongres Tahunan PSSI, ya. Kalau enggak salah PSSI mau kongres itu di Januari 2021. Nanti disahkan semuanya. Siapa klub yang ganti nama, ganti stadion, semua di sana,'' tuturnya menutup.
---
