Kumparan Logo

Owen: Salah Egois, tapi Tak Merusak Kekompakan Lini Serang Liverpool

kumparanBOLAverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Salah, Keita, dan Mane jadi aktor kemenangan Liverpool atas Huddersfield. Foto: Reuters/Jason Cairnduff
zoom-in-whitePerbesar
Salah, Keita, dan Mane jadi aktor kemenangan Liverpool atas Huddersfield. Foto: Reuters/Jason Cairnduff

Mohamed Salah dan Sadio Mane ramai diperbincangkan pekan lalu ketika Liverpool menekuk Burnley 3-0, Sabtu (31/8/2019) malam WIB. Mane diduga kesal kepada Salah yang tak memberinya umpan.

Kekesalan itu diduga muncul karena Salah berada di kotak penalti. Ia dijaga dua pemain belakang Burnley, sementara Mane tak terkawal dan juga memiliki ruang tembak yang luas.

Alih-alih mengumpan Mane, Salah melepas tembakan yang tak berujung gol. Setelah kejadian itu, Mane ditarik keluar. Nah, ketika berjalan dari lapangan ke bangku cadangan, Mane misuh-misuh.

embed from external kumparan

Juergen Klopp ingin memeluknya, tetapi Mane tolak. Kemudian ia meluapkan kekesalannya kepada James Milner, Jordan Henderson, hingga Joe Gomez di bangku cadangan.

Insiden itu sampai menarik perhatian legenda The Reds, Michael Owen. Ia menyebut bahwa Salah memang tipikal penyerang egois, tapi Owen tak menganggap kondisi itu bakal memengaruhi kekompakan lini serang Liverpool.

Sebaliknya, sosok yang kini menjadi pundit itu menilai perbedaan karakter antara Salah, Mane, dan Roberto Firmino membuat trio penyerang 'Si Merah' menjadi seimbang.

Firmino dan Salah merayakan gol ke gawang Burnley. Foto: Reuters/Andrew Yates

"Jika Anda melihat tiga penyerang Liverpool, di sana ada Firmino yang merupakan pemain paling tidak egois di dunia. Di sisi lain, Anda punya Salah yang hanya fokus mencetak gol dan ingin jadi topskorer," kata Owen dalam wawancara khusus dengan ESPNFC.

"Kemudian ada Mane, yang berada di antara dua karakter itu. Dia haus mencetak gol dan egois ketika dibutuhkan. Tapi, dia juga cukup bagus dalam memberi umpan," tuturnya menambahkan.

"Saya pikir ini adalah sebuah keseimbangan yang bagus, tapi terkadang itu bisa rusak. Contohnya ketika melawan Burnley, beberapa kali Salah seharusnya memberi operan," jelasnya.

X post embed

Klopp sendiri sudah meluruskan bahwa insiden antara Salah dan Mane sudah selesai. Pelatih asal Jerman itu yakin publik bakal lupa seiring waktu.

Senada dengan Klopp, Owen menilai permasalahan ini tak akan berangsur panjang. Namun, ia memberi catatan bahwa Salah harus introspeksi diri dengan menurunkan egonya.

"Saya rasa masalah ini tak akan berlarut. Nanti, jika Salah mendapatkan bola, dia mungkin akan lebih sadar harus memberi umpan jika ada kawannya yang punya posisi lebih baik."