Kumparan Logo

Pedang Tajam Medsos Menghunus Karier Djanur di Persib

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjama (Foto: Instagram/@igpersib)
zoom-in-whitePerbesar
Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjama (Foto: Instagram/@igpersib)

Perkembangan media sosial (medsos) dewasa ini semakin lama semakin cepat. Saking cepatnya, bahkan terkesan tak terkendali. Setiap individu seakan bebas menyatakan pendapat hingga membentuk opini liar.

Sudah tak terhitung berapa banyak korban akibat tajamnya mata pedang bernama media sosial. Salah satunya adalah Djadjang Nurdjaman. Namanya belakangan begitu familiar berseliweran di medsos. Musababnya, pencapaian buruk Persib Bandung di Gojek Traveloka Liga 1.

Ya, setelah berhasil mengantarkan "Maung Bandung" juara Indonesia Super League (ISL) 2014, kini nasib Djanur--sapaan akrabnya--berada di ujung tanduk. Kekalahan dari Bhayangkara FC pada akhir pekan lalu semakin menambah runyam permasalahan yang telah dialaminya sejak awal musim.

Djanur kemudian meresponnya dengan menyatakan mundur dari kursi kepelatihan Persib. Pernyataannya bertambah serius setelah diketahui tak hadir dalam latihan Persib di Stadion Siliwangi pada Selasa (6/6/2017) sore.

Melalui akun Facebook Aing Persib, Djanur memberikan konfirmasi terkait situasi terkini yang tengah dialaminya. Djanur mengatakan telah mengajukan pengunduran diri kepada manajemen tim seusai laga melawan Bhayangkara FC.

[Baca juga: Djanur Tak Pimpin Latihan Persib, ke Mana?]

[Baca juga: Viking (Masih) Ingin Djadjang Nurdjaman Diberi Kesempatan]

facebook embed

"Saya memang sudah pernah menyampaikan ke pemain untuk mundur dari kursi kepelatihan Persib. Jujur saja, ketika itu ada penolakan dari pemain. Mereka sampai menghampiri saya ke kamar ganti dan kamar saya di hotel. Tapi, saya sampaikan waktu itu bahwa kalian harus jalan terus, saya akan pikir-pikir untuk merembukkan kembali," ujar Djanur.

Pria kelahiran Majalengka ini mengaku sikapnya tersebut tak lepas dari tekanan yang diberikan oleh Bobotoh. Melalui medsos, para pendukung Persib itu meminta Djanur untuk segera menanggalkan jabatannya. Lewat tagar #DjanurOut, tak sedikit dari mereka yang menyampaikan pendapatnya disertai dengan umpatan kata-kata kasar.

"Saya lakukan ini karena keluarga yang tidak tahan bapaknya dapat caci maki di medsos," tegasnya.

Meski demikian, Djanur menyatakan akan mencoba berembuk bersama keluargnya untuk mencari solusi terbaik terkait karier kepelatihannya bersama "Pangeran Biru. Ia juga mengaku masih dalam kondisi menunggu keputusan dari manajemen tim terkait permintaannya untuk mengundurkan diri.

"Langkah yang diambil semuanya demi Persib. Sambil menunggu keputusan manajemen, saya akan pikirkan apa solusi terbaiknya," katanya.

Suporter Persib masuk ke dalam lapangan. (Foto: ANTARA/Risky Andrianto)
zoom-in-whitePerbesar
Suporter Persib masuk ke dalam lapangan. (Foto: ANTARA/Risky Andrianto)

Tak hanya itu, Djanur pun menyatakan optimismenya terhadap masa depan Persib di kompetisi. Meskipun saat ini Persib tercecer di posisi ke-11 klasemen sementara, Djanur yakin Persib bakal bangkit.

"Belum kiamat. Semua masih bisa jalan karena (perbedaan) poin juga tidak terlalu jauh dengan tim di atas. Masih bisa diperjuangkan," pungkasnya.

Sebelumnya, Media Officer Persib, Irfan Suryadireja, mengaku pihak manajemen belum mengambil sikap terkait permintaan pengunduran diri Djanur. Ia juga tak dapat memastikan apakah Djanur akan masih memimpin tim saat menjamu Persiba Balikpapan pada Minggu (11/6) mendatang.