Pemilik Hoffenheim Terlibat dalam Pengembangan Vaksin Virus Corona

Berbagai perusahaan dan institusi di dunia melakukan penelitian untuk mengembangkan vaksin virus corona. Pemilik Hoffenheim, Dietmar Hopp, menjadi salah satu investor dari perusahaan tersebut.
Hopp tercatat sebagai investor utama dari CureVac, perusahaan biofarmasi yang terletak di Tuebingen, Jerman. Nah, CureVac menjadi salah satu yang terdepan dalam pengembangan vaksin untuk virus corona.
Pasalnya, menurut Hopp, vaksin tersebut akan tersedia pada musim gugur mendatang alias September 2020. Meskipun begitu, pria berusia 79 tahun tersebut menegaskan bahwa kapan vaksin itu akan keluar tergantung pada institute yang bekerja sama dengan CureVac, Paul-Ehrlich Institute.
“Semua tergantung kepada Paul-Ehrlich Institute. Vaksin ini harus dites dulu kepada hewan, lalu manusia. Namun, menurut saya, vaksin ini akan tersedia pada musim gugur nanti ketika gelombang kedua infeksi akan tiba,” kata Hopp kepada Sport1, dikutip dari Goal International.
Ucapan Hopp bukan sekadar optimisme belaka. CureVac memang menjadi salah satu yang paling maju dalam pengembangan virus corona.
Bukti lainnya, berdasarkan laporan Reuters, Pemerintah Amerika Serikat mencoba untuk mendapatkan akses kepada vaksin yang dikembangkan oleh CureVac. Sementara, surat kabar Jerman, Welt am Sonntag, menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mencoba untuk mengeksklusifkan vaksin tersebut untuk negaranya.
Kabar menyoal niat Trump dibantah oleh Dubes Amerika Serikat untuk Jerman, Richard Grenell. Selain itu, CureVac juga menyatakan bahwa kabar tersebut hanya rumor belaka.
Untungnya, Hopp menyatakan bahwa vaksin yang sukses dikembangkan oleh CureVac nanti bakal didistribusikan ke seluruh orang di dunia, tak hanya di segelintir area saja.
“Apabila kami sukses mengembangkan vaksin yang efektif untuk melawan virus corona, vaksin ini harus bisa menjangkau, melindungi, dan menolong semua orang di dunia,” tegas Hopp.
Hopp sendiri bukanlah sosok yang populer di sepak bola Jerman. Kebijakannya untuk memiliki 96% saham Hoffenheim menjadi alasannya.
Ya, klub-klub di Jerman kebanyakan menganut aturan 50+1 yang menjamin klub tersebut secara mayoritas dimiliki suporter. Akibat metode kepemilikannya terhadap Hoffenheim itu, Hopp dibenci kebanyakan fans sepak bola Jerman.
Yang teraktual, Hopp dihujat oleh suporter Bayern Muenchen. Akibat hujatan itu, pertandingan antara Hoffenheim dan Bayern sempat terganggu.
Tentu saja, suporter di Jerman memiliki alasan yang masuk akal untuk membenci Hopp. Namun, untuk urusan vaksin virus corona ini, Hoffenheim boleh bangga mempunyai pemilik yang berpotensi menciptakan sejarah.
