Penyakit Manchester United: Banyak Buang Peluang dan Bikin Kesalahan

Tak lama setelah timnya menang 2-1 atas Watford, Sabtu (30/3/2019), Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, menyebut timnya seperti masih berlibur. Usai kalah 1-2 dari Wolverhampton Wanderers, Rabu (3/4) dini hari WIB, United kini terlihat seperti yang cuti panjang tapi lupa kapan masuk kantor lagi.
Idealnya, untuk sebuah kesebelasan yang tengah mengincar finis di posisi empat besar dan makin sedikitnya laga yang tersisa, United meminimalisasi kesalahan. Namun, yang terjadi tidaklah demikian ketika mereka menghadapi Wolves di Molineux.
Pada babak pertama, United mendominasi penguasaan bola dan menciptakan lebih banyak percobaan tepat sasaran (3 attempts). Selain itu, setidaknya ada empat peluang emas yang berhasil mereka ciptakan dengan salah satunya berbuah gol --via Scott McTominay pada menit ke-13.
Namun, alih-alih menambah gol atau memanfaatkan momentum atas keunggulan itu, gawang United malah bobol dua kali. Solskjaer pun mengakui bahwa timnya bermain di bawah standar, meski ia masih memberikan sedikit kredit untuk usaha anak-anak asuhnya.
"Ya, yang seperti ini memang bisa saja terjadi. Kami sudah berusaha lebih dari cukup untuk mencetak tiga atau empat gol. Saya pikir, kami tampil bagus di awal babak kedua. Scotty (McTominay, red) tampil oke (ia membuat satu kans lewat sebuah sundulan, red), tetapi kiper lawan membuat penyelamatan fantastis," ujar Solskjaer kepada Sky Sports.
"Kami sudah cukup berusaha untuk memenangi laga ini. Namun, terkadang kita tidak mendapatkan apa yang layak kita dapatkan," lanjutnya.
Selain gol McTominay di babak pertama, United sempat mendapatkan peluang via Jesse Lingard dan Romelu Lukaku. Namun, Lingard bersikap kurang awas ketika mendapatkan umpan dari kiri sehingga ia mengeksekusi umpan itu dengan sundulan pelan --yang kemudian ditepis kiper Rui Patricio. Sementara itu, Lukaku kurang tenang di depan gawang sehingga sepakannya melenceng.
Pada babak kedua, sejumlah kesalahan individual, mulai dari salah oper hingga first touch yang buruk, membuat serangan United di sepertiga akhir lapangan buyar dengan sendirinya. Kesalahan-kesalahan itu membuat 'Iblis Merah' menyulitkan diri sendiri. Belum lagi dengan rapatnya pertahanan Wolves yang bikin mereka frustrasi.
Kegagalan memanfaatkan momentum ketika mendominasi itu harus mereka bayar mahal. Kartu merah Ashley Young (via kartu kuning kedua) pada menit ke-57 menjadi contoh nyata dari buruknya pemain United mengeksekusi operan.
Kartu kuning kedua Young itu sendiri lahir akibat dua faktor: Pressing ketat pemain-pemain Wolves dan buruknya operan McTominay kepada Young. Alhasil, bola justru menjauh dari Young dan mendarat di kaki Jota —yang membuat Young terpaksa menekel Jota.
Setelahnya, Wolves membobol gawang United lewat sumber yang tidak disangka-sangka: Chris Smalling. Ya, bek United itu membobol gawang timnya sendiri karena dirinya bersama David de Gea dan Phil Jones gugup dalam mengantisipasi umpan silang yang datang ke kotak penalti.
Oh, ya... Gol pertama Wolves (yang tercipta pada menit ke-25) juga lahir dari sebuah kesalahan. Untuk yang satu itu, Fred jadi yang bertanggung jawab. Gelandang United asal Brasil tersebut kehilangan bola di depan kotak penalti sendiri, membuat pemain-pemain Wolves dengan cepat melakukan serangan balik dan membobol gawang De Gea.
Perkara kesalahan-kesalahan individual ini juga disesali oleh eks gelandang United, Darren Fletcher. Lewat pemaparannya di Sky Sports, Fletcher mengkritik betapa "joroknya" permainan United.
"United harus menghilangkan kebiasaan main 'jorok' seperti itu karena mereka bisa membayar mahal akibat kesalahan-kesalahan itu. Sudah tidak banyak pertandingan tersisa sekarang. Mereka tak boleh lagi membuat kesalahan kalau ingin finis di empat besar," kata Fletcher.
Dengan hasil ini, United memang gagal masuk ke zona empat besar. Mereka kini tertahan di posisi kelima klasemen dengan nilai 61 Sementara itu, Wolves berada di ketujuh dengan nilai 47.
