Pochettino Tak Ingin Berlebihan Bicara Kans Juara Premier League

Bicara Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino akan selalu mengekor di belakangnya. Tak hanya sebagai pelatih aktif saat ini, Pochettino layak dibicarakan karena mampu memberikan perubahan gaya main kepada Spurs. Gaya main ofensif nan cepat, plus disiplin dalam melakukan pressing, kini sudah menjadi ciri khas The Lilywhites.
Kini, sang empunya nama tengah memikirkan Boxing Day, alih-alih berlibur dan menenangkan pikiran di pekan Natal bersama keluarga. Pochettino fokus memikirkan bagaimana Spurs menjamu AFC Bournemouth di laga pekan ke-19 sekaligus pertengahan musim 2018/19.
Libur Natal dan akhir tahunnya kembali diusik dengan pekan ke-20 Premier League lawan Wolverhampton Wanderers. Namun, yang lebih menganggunya adalah komentar soal perebutan gelar juara. Kala menundukkan Manchester United 3-0 Agustus lalu, saat liga baru bergulir tiga pekan, Spurs langsung dikait-kaitkan dengan titel juara.
Padahal, masih banyak laga yang harus dilakoni Spurs maupun tim lain sebelum bicara perebutan titel. "Setelah itu kami belajar banyak dan meningkat. Di sepak bola, aturan utama adalah saling menghormati di lapangan. Apa yang kami butuhkan saat ini adalah siap melawan Bournemouth yang tentunya akan cukup sulit," kata Pochettino seperti dilansir The Guardian, Rabu (26/12/2018).
"Jadi, setop bicarakan tentang hasil itu (menang 3-0 lawan Man United) dan fokus serta konsisten lagi di setiap pertandingan. Saya yakin musim ini penuh tantangan," ujarnya menambahkan.

Satu hal lagi yang merasuki pikiran Mauricio Pochettino di pengujung tahun adalah soal kontrak Christian Eriksen yang habis pada 2020. Pemain yang mencetak gol keempat di laga teranyar lawan Everton ini disebut tengah melakukan negosiasi dengan klub. Pochettino hanya berharap setiap pemain memikirkan masa depan klub sebelum mengambil keputusan.
"Keputusan akan segera dibuat di akhir musim atau beberapa hari setelahnya di bulan Januari (2019). Saya berharap kami bisa memutuskan yang terbaik untuk klub. Dan para pemain juga bisa mengambil keputusan untuk mereka dan masa depan klub," tutup Pochettino.
Spurs sendiri terakhir merengkuh gelar juara pada liga musim 1960/61. Saat ini, Dele Alli dan kawan-kawan berada di posisi tiga klasemen sementara dengan 42 poin dari 14 kemenangan. Di tempat pertama, ada Liverpool dengan koleksi 48 poin, diikuti juara musim lalu, Manchester City, dengan 44 poin.
Sebagai tuan rumah, Spurs punya modal bagus atas Bournemouth. Terlebih, mereka baru menang 6-2 atas Everton akhir pekan silam. Satu-satunya kelemahan Spurs, jika melihat dua gol Everton, adalah kealpaan pemain-pemain belakang mendeteksi pergerakan lawan di kotak penalti. Masa iya, Gylfi Sigurdsson yang sudah dikepung sebanyak itu masih bisa melepaskan tembakan dan mencetak gol?
