Kumparan Logo

Profil Bukayo Saka, Pemain Inggris yang Jadi Korban Rasial Usai Gagal Penalti

kumparanBOLAverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Inggris Bukayo Saka selama pertandingan melawan republik Ceko di Stadion Wembley, London, Inggris, Selasa (22/6). Foto: Pool via REUTERS/Laurence Griffiths
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Inggris Bukayo Saka selama pertandingan melawan republik Ceko di Stadion Wembley, London, Inggris, Selasa (22/6). Foto: Pool via REUTERS/Laurence Griffiths

Bukayo Saka gagal mengeksekusi tendangan penalti dalam final Euro 2020, Senin (12/7) dini hari WIB. Kegagalannya itu sekaligus memastikan kekalahan Inggris.

Selama waktu normal, Inggris dan Italia bermain imbang 1-1 di Stadion Wembley. Gol tuan rumah dicetak Luke Shaw pada menit ke-2, sementara balasan Italia hadir lewat Leonardo Bonucci pada menit ke-67.

Tak ada gol tercipta pada babak tambahan waktu hingga duel dilanjutkan lewat adu penalti. Apes, tiga penendang Inggris, Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Saka gagal.

Bukayo Saka Inggris dengan manajer Gareth Southgate setelah diganti di Stadion Wembley, London, Inggris, Selasa (22/6). Foto: Pool via REUTERS/Neil Hall

Usai kegagalannya tersebut, Saka menerima serangan rasialis dari pendukung Inggris. Serangan-serangan tersebut banyak hadir melalui media sosial, terutama Twitter.

Lantas, siapa Bukayo Saka dan bagaimana kiprahnya di sepak bola?

Bukayo Saka lahir di kota Ealing, London, Inggris, pada 5 September 2001 silam. Sebelum bergabung dengan akademi Arsenal, ia bermain untuk klub lokal, Greenford Celtic.

Pria keturunan Nigeria ini mulai bergabung dengan akademi Hale End Arsenal ketika usianya 7 tahun. Sepuluh tahun kemudian, ia mendapat kontrak profesional dan dipromosikan ke tim U-23 Arsenal.

Pada 29 November 2018, Saka melakoni debutnya bersama tim utama saat melawan Vorskla Poltava di Liga Europa. Ia masuk di menit 68', menggantikan Aaron Ramsey.

Pemain Arsenal Bukayo Saka berebut bola dengan pemain Brighton and Hove Albion pada pertandingan lanjutan Premier League Stadion Komunitas American Express, Brighton, Inggris. Foto: Neil Hall/REUTERS

Debutnya di Liga Inggris baru terjadi pada Januari 2019 lalu dalam kemenangan 4-1 Arsenal atas Fulham. Ia menggantikan Alex Iwobi di menit 83.

Menyusul cedera yang dialami Sead Kolasinac dan Kieran Tierney, Saka menjadi pemain langganan untuk memperkuat tim utama di bagian bek kiri.

Pada Juli 2020, Saka menandatangani kontrak jangka panjang terbaru dengan Arsenal. Ia hadir dalam kemenangan Arsenal atas Chelsea di final FA Cup.

Bersama Arsenal, Saka telah membukukan 84 pertandingan dengan catatan 11 gol dan 21 assist. Ia juga meraih Juara FA Cup dan Community Shield.

Saka sendiri menjadi langganan tim nasional, ia pernah membela Timnas Inggris U-16, U-17, U-18, U-19,dan U-21, hingga saat ini membela tim senior.

Pada 1 Oktober 2020, Saka mendapat panggilan timnas senior untuk kali pertama, ia menjalani debut internasionalnya dalam kemenangan 3-0 atas Wales.

Giorgio Chiellini menarik Bukayo Saka pada pertandingan Italia vs Inggris. Foto: Reuters/Carl Recine

Saka mencatat gol pertamanya dalam pertandingan persahabatan melawan Austria pada 2 Juni 2021 lalu. Ia menjadi salah satu pemain yang ditarik Gareth Southgate untuk Euro 2020.

Pada 12 Juli, Saka menjalani final Euro 2020 sebagai pemain pengganti. Ia menggantikan Kieran Trippier. Laga tersebut berakhir dengan adu penalti.

Namun, Saka yang menjadi penendang terakhir Inggris gagal mengeksekusi bola. Gianluigi Donnarumma berhasil menyelamatkan sepakannya sekaligus membawa kemenangan untuk Italia.