Kumparan Logo

Profil Emile Smith Rowe: Mencuat dengan Arsenal & Dapat Panggilan Timnas Inggris

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Arsenal Emile Smith Rowe merayakan gol pertama mereka saat menghadapi Tottenham Hotspur di Stadion Emirates, London, Inggris, Minggu (26/9). Foto: Dylan Martinez/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Arsenal Emile Smith Rowe merayakan gol pertama mereka saat menghadapi Tottenham Hotspur di Stadion Emirates, London, Inggris, Minggu (26/9). Foto: Dylan Martinez/REUTERS

Kebahagiaan menimpa bintang muda Arsenal, Emile Smith Rowe yang mendapat kesempatan debut bersama Timnas Inggris di level senior dalam ajang Pra-Piala Dunia 2022.

Menurut pernyataan Timnas Inggris di situs resminya, Smith Rowe yang awalnya menjadi bagian dari skuad U-21 ditunjuk Gareth Southgate mewakili tim senior menyusul absennya Marcus Rashford, James Ward-Prowse, Mason Mount, hingga Luke Shaw.

Gelandang serang berbakat ini memang telah malang melintang membela The Three Lions di level junior, mulai dari skuad U-16 hingga U-21. Namun, ini adalah panggilan pertamanya bersama tim senior di usianya yang baru 21 tahun.

Lantas, seperti apa kiprahnya di dunia sepak bola dan bagaimana ia menjalani masa-masa indah bersama Arsenal?

Emile Smith-Rowe mencetak gol kedua untuk Arsenal di laga vs Qarabag FK. Foto: REUTERS/David Mdzinarishvili

Smith Rowe telah menjadi pemain Arsenal sejak usia sembilan tahun. Namun, menurut Andries Jonker yang pernah menjabat sebagai manajer akademi klub antara 2014-2017, dia bukanlah anak yang menonjol.

Menurut pria asal Belanda itu, Smith Rowe digambarkan sebagai anak yang pendiam, sangat berdedikasi, selalu hadir, selalu ada, tapi tidak ada yang istimewa.

“Hampir semuanya adalah tujuh. Dia [Smith Rowe] secara teknis bernilai tujuh dan secara taktik juga. Dedikasi, nilainya 10 dan begitu pula untuk kerja kerasnya. Dia tidak pernah bermain buruk, selalu dapat diterima, tetapi dia hampir tidak menonjol," katanya kepada Sky Sports.

"Emile tidak menunjukkan permainan buruk, tetapi juga tak ada yang luar biasa. Dia selalu dipanggil untuk Timnas Inggris dan kami paham, itu karena dia adalah anak yang benar-benar dapat diandalkan," tambahnya tentang Smith Rowe.

Sebelum mendapat tempat sebagai bagian dari sebelas pemain utama The Gunners, Smith Rowe pernah dipinjamkan ke beberapa klub, dimulai dari RB Leipzig di Liga Jerman pada awal 2019.

Sayang, cedera membuatnya hanya tampil dalam 3 laga bersama Die Roten Bullen sebelum akhirnya dipulangkan ke Inggris. Masih dalam masa mencari jati diri dan menit bermain, ia dipinjamkan ke klub Championship, Huddersfield, pada Januari 2020.

Pemain Arsenal Emile Smith Rowe beraksi dengan Rodri dari Manchester City pada pertandingan Liga Premier di Stadion Etihad, Manchester, Inggris - 28 Agustus 2021. Foto: Russell Cheyne/Reuters

Setidaknya bersama Huddersfield ia mendapat 1.179 menit bermain dalam 19 laga. Bahkan, Smith Rowe bisa menyumbang 3 gol dan 2 assist saat berseragam Huddersfield dan membantu klub menghindari degradasi.

"Saat pertama Anda melihatnya, jika Anda menyukai sepak bola, Anda akan jatuh cinta padanya. Dia adalah pemain yang fantastis, pesepak bola yang total," ucap Danny Cowley, manajer Huddersfield pada saat itu.

“Larinya luar biasa, begitu pula dengan pergerakannya tanpa bola. Dia selalu berhadapan satu lawan satu dengan bek lawan dan dia brilian dalam menemukan ruang. Dia benar-benar bisa menemukan ruang di kotak penalti," imbuhnya.

Sampai pada akhirnya masa peminjaman Smith Rowe berakhir dan Mikel Arteta memberinya kepercayaan untuk merumput permanen di tim utama Arsenal sejak Agustus 2020.

"Dia memiliki semua kemampuan dengan cara yang konsisten dan juga kecerdasannya. Seberapa banyak dia bisa membaca, memahami, dan memengaruhi permainan untuk membuat keputusan yang lebih baik dengan kualitas yang dia miliki," puji Arteta kepada Smith Rowe.

Namun, Jonker pernah mengira bahwa Smith Rowe akan menjadi seorang penyerang sayap atau bahkan fullback kanan. Pasalnya, ia kerap menurunkan sang pemain di sisi sayap selama di akademi.

"Kami selalu bermain dalam skema 4-3-3 dengan tim junior dan dia selalu menjadi pemain sayap kanan. Sesekali dia mungkin berada di posisi nomor 10, tetapi pada dasarnya dia adalah pemain sayap kanan," kata Jonker.

“Pada masa itu, saya pikir mungkin posisi terbaiknya adalah fullback kanan. Namun, sekarang dia bermain di bagian ofensif tim. Dia bisa bermain di kiri, itu masuk akal. Perannya kini sebagai nomor 10 juga berarti dia telah membuat kemajuan secara taktik," imbuhnya.

X post embed

Jika membedah statistik Smith Rowe bersama The Gunners di musim 2021/22 ini, tak bisa dipungkiri bahwa dirinya memang pemain muda gemilang dan prospek cerah masa depan Arsenal.

Menurut data Transfermarkt, pemain 21 tahun itu selalu turun setiap pekannya di Liga Inggris. Sudah ada 4 gol dan 2 assist yang ia sumbangkan hingga pekan ke-11. Selain itu, Smith Rowe juga mencetak 1 gol dalam 2 laga Piala Liga Inggris 2021/22.

Khusus untuk perjalanan Timnas Inggris di Pra Piala Dunia 2022, Smith Rowe berkesempatan turun dalam laga kandang kontra Albania (13/11) dan saat melawat ke markas San Marino (16/11). Inggris sendiri saat ini tengah bercokol di puncak Grup I dengan koleksi 20 poin dari 8 laga.

Pasukan Gareth Southgate bisa saja mengamankan tempat di putaran final Piala Dunia 2022 dengan satu pertandingan tersisa jika mereka sukses mengalahkan Albania di Wembley. Namun, dengan syarat Polandia kehilangan poin saat bertandang ke markas Andorra.

iframe embed