PSSI Klaim JIS Tak Layak Standar FIFA, Benarkah?
ยทwaktu baca 3 menit

PSSI sudah memastikan bahwa pertandingan FIFA Matchday antara Timnas Indonesia vs Curacao tidak akan digelar di Jakarta International Stadium (JIS). PSSI mengatakan, JIS belum layak sesuai standar FIFA.
Dalam keterangan resminya, ada dua hal yang disorot tim Infrastructure Safety and Security PSSI. Ini terkait akses stadion dan beberapa sisi tembok yang dinilai tak kokoh.
''Berdasarkan hasil inspeksi tim Infrastructure Safety and Security PSSI, Stadion JIS belum memenuhi kelayakan 100% infrastruktur [area drop off tim, sirkulasi aktivitas terkait pertandingan di outer perimeter menumpuk di barat utara],'' tulis keterangan resmi PSSI, Jumat (9/9).
''Bahkan concourse [lorong] timur belum dapat digunakan, perimeter tribune perlu pengkajian ulang, pagar perimeter di bawah concourse barat tidak kokoh dan sarana prasarana pendukung [kantung parkir, transportasi umum, dan jalan akses menuju stadion belum sesuai standar],'' lanjut mereka.
Menyoal akses JIS, hal ini tampaknya merupakan masalah besar yang harus segera diselesaikan. FIFA menjelaskan hal ini dalam panduan bernama 'Stadium Guidelines'.
Jika melihat lokasi, JIS berada di pinggir Kota Jakarta. FIFA sebenarnya tidak mempermasalahkan hal itu, mereka memperbolehkan stadion berada di pusat atau di pinggir kota. Namun, FIFA memberi rekomendasi soal akses transportasi publik jika kendaraan umum tidak memungkinkan.
''Stadion di pinggir kota cenderung merupakan pembangunan yang lebih baru. Sebagai hasilnya, biasanya memiliki akses yang baik ke jaringan jalan,'' bunyi panduan FIFA dalam 'Stadium Guidelines'.
Namun, sebaliknya, itu mungkin tidak terlayani dengan baik oleh jaringan transportasi umum, angkutan massal seperti kereta api dan jalur pejalan kaki. Serta, sepeda juga bisa menjadi tandangan.''
FIFA juga menyinggung soal kolaborasi dengan pemerintah dalam hal pengelolaan transportasi publik. Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sejak awal memang sudah mendorong penggunaan angkutan publik menuju JIS.
Masalahnya, hingga saat ini transportasi publik masih sulit diakses. Pemprov DKI Jakarta masih mempersiapkan pembangunan stasiun kereta khusus JIS. Saat ini, stasiun terdekat menuju JIS adalah Stasiun Ancol dan Stasiun Tanjung Priuk yang berjarak sekitar 3-4 kilometer.
Untuk transportasi TransJakarta, hanya ada dua rute yang spesifik menuju JIS, yakni rute JIS-Harmoni dan JIS-Senen. Dua rute ini beroperasi dari pagi hingga malam.
Dengan minimnya transportasi publik itu, masyarakat cenderung akan menggunakan kendaraan pribadi. Sayangnya, JIS tidak memiliki kantung parkir yang cukup untuk mengakomodir sebuah pertandingan besar.
''Yunus [Nusi, Sekjen PSSI] mengatakan ukuran JIS begitu megah dengan kapasitas 80 ribu kursi hanya bisa menampung parkir sekitar 800 unit kendaraan roda empat itu sangat riskan. Jika timnas bermain, animo masyarakat untuk datang ke stadion sangat tinggi,'' bunyi pernyataan PSSI.
Hal lain yang disoroti adalah soal pagar atau tembok yang dinilai tak kokoh. PSSI tak ingin insiden saat laga Persija Jakarta vs Chonburi FC pada Juli lalu kembali terulang. Saat itu, tembok tribune sisi utara JIS roboh saat dipadati ribuan The Jakmania.
''Untuk memberikan solusi yang berkelanjutan, pengembang stadion perlu mengajukan beberapa pertanyaan penting kepada tim desain mereka: Bagaimana performa stadion saya? Apa dampak lingkungan dari stadion saya? Berapa biaya karbon stadion saya? Apakah stadion saya ramah lingkungan?'' tulis FIFA dalam 'Stadium Guidelines'.
''Untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, diperlukan desain yang efisien, pemodelan komputer yang akurat serta penilaian desain yang cermat.''
Hingga saat ini, PSSI baru memastikan satu venue untuk Timnas Indonesia vs Curacao, yakni Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Sementara, satu venue lainnya belum ditentukan antara Stadion Pakansari, Kab. Bogor atau Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.
