Kumparan Logo

Resmi: Claudio Ranieri Diangkat sebagai Pelatih AS Roma

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ranieri memimpin Fulham di laga melawan Southampton. Foto: Reuters/Andrew Couldridge
zoom-in-whitePerbesar
Ranieri memimpin Fulham di laga melawan Southampton. Foto: Reuters/Andrew Couldridge

Belum genap dua minggu mengganggur, Claudio Ranieri telah kembali mendapatkan pekerjaan. Adalah AS Roma yang jadi pelabuhan anyarnya, klub yang pernah ia tangani dari medio 2009-2011. Ranieri menggantikan Eusebio Di Francesco yang telah resmi dilepas terkait hasil negatif dalam dua laga penting beruntun.

"Saya senang bisa kembali ke rumah. Ketika Roma memanggilmu, mustahil untuk mengatakan tidak," kata Ranieri di situs resmi klub.

X post embed

Ranieri baru saja mengakhiri kerja samanya dengan Fulham 28 Februari lalu. Meski pernah mengantar Leicester City menjuarai Premier League edisi 2015/16, pelatih berumur 67 tahun itu gagal mengangkat performa The Cottagers. Cuma 3 kemenangan yang dibuat Ryan Sessegnon dan kawan-kawan dalam kurun waktu 17 pertandingan.

Sementara itu, rezim Ranieri di Roma jilid pertama lalu tak bisa dibilang sukses-sukses amat. Tak ada satupun gelar yang berhasil ia dapatkan. Di sisi lain, rasio kemenangan Gialorossi terbilang tinggi bersama Ranieri dengan persentase 55,56% dari total 90 pertandingan. Rinciannya, 50 kali menang, 23 kalah, dan 17 kali imbang. Catatan tersebut yang menjadi salah satu dasar Presiden AS Roma Jim Pallotta untuk memulangkan Ranieri.

"Kami senang menyambut kepulangan Claudio Ranieri. Kami memiliki satu tujuan tersisa musim ini, yakni finis di papan atas klasemen akhir liga dan mengamankan kualifikasi untuk Liga Champions musim depan,” kata Presiden AS Roma, Jim Pallotta.

Roma hampir dipastikan nihil trofi di musim ini. Mereka cuma nangkring di peringkat kelima klasemen sementara Serie A, terpisah 24 angka dari Juventus sebagai capolista. Sementara langkah mereka di pentas Coppa Italia juga terhenti di perempat final lalu usai dilumat Fiorentina 1-7. Teraktual, Roma mesti angkat koper dari Liga Champions setelah kalah agregat dari FC Porto di fase 16 besar.

Daniele De Rossi setelah mencetak gol ke gawang Porto. Foto: REUTERS/Pedro Nune

Kabar baiknya, laga perdana Ranieri relatif mudah akhir pekan nanti. Roma hanya bersua Empoli, tim yang berhasil mereka kalahkan dalam dua perjumpaan ke belakang. Disusul lawatan ke markas SPAL 2013 seminggu berselang. Sementara ujian sesungguhnya baru akan tersaji di pengujung bulan, saat 'Serigala Ibu Kota' menjamu Napoli pada giornata 28 mendatang.