kumparan
Bola & Sports5 Maret 2020 14:01

Ribut-ribut AC Milan: Maldini Serang Balik Mirabelli

Konten Redaksi kumparan
Paolo Maldini
Direktur olahraga Milan, Paolo Maldini. Foto: AFP/Fayez Nureldine
Paolo Maldini akhirnya terseret dalam perang kata-kata yang diawali oleh eks Direktur Olahraga AC Milan, Massimo Mirabelli. Menurut Maldini, tidak sepantasnya orang seperti Mirabelli berbicara soal pendidikan.
ADVERTISEMENT
Hmm, bagaimana bisa Maldini tiba-tiba bicara soal pendidikan? Well, karena Mirabelli sendirilah yang memulai pembicaraan tersebut.
"Maldini dulunya pemain hebat, tetapi coba kita tanya kepada dirinya, 'Apa yang sudah kamu lakukan sehingga bisa jadi seorang direktur?' Maldini sebagai direktur sama seperti dokter yang tidak lulus SD," kata Mirabelli dalam wawancara dengan Tuttomercatoweb.
Maldini tidak terima. Kepada kantor berita ANSA, pemilik jersi legendaris nomor 3 di Milan itu berujar, "Aku menganggap semua komentar negatif dari Mirabelli sebagai pujian."
Massimiliano Mirabelli
Mirabelli dalam sebuah laga AC Milan. Foto: Enrico Locci/Getty Images
"Kalau aku jadi dirinya, aku akan menghindari pembicaraan soal tingkat sekolah atau pendidikan," tambah ayah dari Christian dan Daniel itu.
Di Milan, Maldini (bersama Zvonimir Boban) adalah pengganti Mirabelli. Seiring dengan lengsernya rezim singkat Yonghong Li, Mirabelli pun harus ikut-ikutan angkat kaki.
ADVERTISEMENT
Rezim Li lengser karena pria asal China itu tidak mampu membayar utang yang digunakannya untuk membeli Milan dari tangan Silvio Berlusconi. Salah satu penyebab mengapa utang itu tak bisa lunas dengan cepat adalah kecerobohan Mirabelli.
Sebagai direktur olahraga, Mirabelli punya wewenang untuk membeli dan menjual pemain. Di bawah kendalinya, Milan menghamburkan uang lebih dari 200 juta euro untuk membangun skuat baru.
Harapan Mirabelli ketika itu adalah skuat barunya mampu membawa Milan untuk, setidaknya, lolos ke Liga Champions musim 2018/19. Akan tetapi, pada musim 2017/18 Milan cuma finis di posisi enam dan hanya berhak tampil di Liga Europa.
Di Liga Europa, uang yang didapatkan tidaklah seberapa. Itulah mengapa, kegagalan Milan masuk ke Liga Champions berarti Li dipastikan gagal membayar utangnya yang bernilai sekitar 300 juta euro.
ADVERTISEMENT
Milan pun kemudian diambil alih oleh Elliott Management dan reshuffle besar-besaran dilakukan di jajaran manajemen. Mirabelli termasuk korban reshuffle tersebut.
Mulanya, posisi Mirabelli digantikan oleh Leonardo Nascimento yang sudah punya pengalaman sebagai direktur olahraga di Inter Milan dan PSG. Namun, karena Leonardo pun tak bisa berbuat banyak, dia dicopot dan posisinya kini diisi Maldini bersama Boban.
Faktanya, di bawah Maldini dan Boban, Milan belum benar-benar stabil. Akan tetapi, setidaknya mereka sudah menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Pemain-pemain yang mereka rekrut seperti Ismael Bennacer dan Theo Hernandez juga bisa segera tampil ciamik.
Selain itu, meski sempat melakukan blunder dengan menunjuk Marco Giampaolo sebagai pelatih, Maldini dan Boban mampu mengatasi krisis dengan mencopot Giampaolo sebelum menunjuk Stefano Pioli.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, Mirabelli tetap tidak melihat prestasi Maldini sebagai sesuatu yang impresif.
Terlepas dari pernyataan pedas Mirabelli itu, Maldini sendiri saat ini berpotensi untuk segera angkat kaki dari Milan. Penyebabnya adalah kelancangan CEO klub, Ivan Gazidis, dalam melakukan pendekatan terhadap Ralf Rangnick.
Elliott Management menginginkan Rangnick jadi pelatih Milan dan Gazidis melakukan pendekatan terhadap pria Jerman itu sesuai instruksi. Namun, eks CEO Arsenal itu melakukannya tanpa sepengetahuan Maldini dan Boban.
Secara terbuka, Boban sudah menyatakan ketidaksukaan terhadap aksi Gazidis itu dan disebut-sebut bakal segera pergi dari Rossoneri. Menurut kabar yang beredar di Italia, Maldini bersama direktur lain, Ricky Massara, bakal ikut menyusul Boban.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan