Robert Alberts: Kami Korban Kebijakan Sepak Bola Indonesia

Persib Bandung geram. Belum bergulirnya kompetisi Liga 1 menjadi sebabnya.
Sudah 10 bulan Liga 1 dan level kompetisi sepak bola di bawahnya vakum akibat pandemi corona. PSSI dan PT LIB selaku stakeholder masih belum bersikap.
Kenyataan ini yang membikin pelatih Persib, Robert Rene Alberts, buka suara. Tak dimungkiri, Alberts yang mewakili manajemen, mengaku kecewa.
''Selain mengganggu mentalitas dan motivasi, ketiadaan liga juga berpengaruh terhadap kesehatan finansial klub, pelatih dan pemain,'' kata Alberts dikutip dari laman resmi klub, Rabu (6/1).
''Terlebih penundaan kompetisi sepakbola di tanah air juga telah memakan waktu yang terlalu lama,'' sebut pelatih asal Belanda ini.
"Kami lah korban dari kebijakan sepak bola di Indonesia yang mana ini sangat kita sayangkan," tambahnya.
Selama vakum sejak Maret 2020, boleh dibilang, Persib jadi tim yang paling konsisten dalam menerapkan program latihan. Sejak Liga 1 setop di pekan ketiga, Supardi nasir dan kolega terus melakukan kegiatan latihan baik secara mandiri dan virtual.
Termutakhir, Persib juga tak mendapat garansi dari PSSI dan PT LIB ihwal digulirkannya kembali kompetisi. Padahal, mereka berencana akan menggelar pertemuan tim 4 Januari tapi urung terlaksana.
"Tidak ada (informasi). Satu-satunya informasi yang saya ketahui adalah akan ada pertemuan antara Exco PSSI di pertengahan bulan ini," kata Alberts.
Izin bergulirnya Liga 1 hanya akan didapatkan dari kepolisian. PSSI dan PT LIB sudah tak bisa berbuat banyak karena mereka menyerahkan seluruhnya kepada pihak berwajib.
---
