kumparan
Bola & Sports30 Maret 2020 14:32

Ruben Sanadi Bicara Soal Penundaan Kompetisi hingga Pemangkasan Gaji

Konten Redaksi kumparan
PTR-Bek Kiri Bhayangkara FC Ruben Sanadi
Ruben Sanadi resmi ke Bhayangkara. Foto: Instagram / @ruben_k.sanadi14
Bek Bhayangkara FC, Ruben Sanadi, buka suara terkait diperpanjangnya penangguhan kompetisi Liga 1 2020 guna menekan penyebaran virus corona. Menurut dia, langkah ini terbilang bijak meski menimbulkan efek samping.
ADVERTISEMENT
"Sedih. Karena kan enggak ada kompetisi. Tapi, kan ini bisa dibilang kondisi alam yang membuat kita semua begini. Kita semua tentu sama-sama sepakat tak menginginkan hal ini terjadi," kata Ruben, Senin (30/3).
Akhir pekan lalu PSSI selaku federasi menyetop kompetisi Liga 1 hingga 29 Mei mendatang. Ini adalah kali kedua federasi memberlakukan situasi serupa.
Semula, kompetisi level tertinggi sepak bola nasional sempat setop pada 16 Maret hingga 31 Maret. Akan tetapi, karena virus corona yang kian mengkhawatirkan di Indonesia, federasi memilih untuk memperpanjangnya melalui Surat Keputusan yang ditandatangani oleh Ketum Mochamad Iriawan akhir pekan lalu.
Dalam putusan itu, juga ada poin terkait pemangkasan gaji selama periode penangguhan kompetisi. Klub diperbolehkan membayar hak-hak pemain, pelatih, dan ofisial tim pada Maret, April, dan Mei hanya 25 persen dari perjanjian kontrak. 
ADVERTISEMENT
"Kalau saya sebagai pemain menerima saja. Tapi, kasihan teman-teman pemain yang memiliki gaji yang tidak tinggi juga kan. Kasihan kalau mereka mendapatkan 25 persen. Karena kan ada keluarga yang harus dihidupi. Mungkin kalau 50 persen itu baru lebih baik," kata Ruben.
Bek kiri Bhayangkara FC Ruben Sanadi
Bek kiri Bhayangkara FC, Ruben Sanadi. Foto: Alan Kusuma/kumparan
"Tapi, susah juga kondisinya karena klub kan juga tidak ada pemasukan. Situasinya serba sulit juga. Seperti yang saya bilang tadi, kita tidak mengharapkan hal ini terjadi," dia menjelaskan.
Kabar baiknya, kata Ruben, Bhayangkara FC masih belum membicarakan soal pemangkasan gaji pemain. "Kami masih menunggu arahan dari manajemen," Ruben menutup.
***
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan