Kumparan Logo

Sadio Mane: Sang Pengantar Senyum di Dalam dan di Luar Lapangan

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sadio Mane, penyerang pengantar senyum untuk Liverpool. (Foto: Reuters/Carl Recine)
zoom-in-whitePerbesar
Sadio Mane, penyerang pengantar senyum untuk Liverpool. (Foto: Reuters/Carl Recine)

Sadio Mane jelas paham bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat untuk lingkungan sekitar. Makanya, dia ingin membawa senyum kepada orang-orang di sekitarnya melalui aksi di atas lapangan dan juga di luar lapangan.

Di atas lapangan, upayanya membuat pendukung tim yang dia bela bahagia tentu tak perlu diragukan lagi. Sejak datang ke Liverpool di bursa transfer musim panas 2016, Mane berhasil menjaga ketajamannya dalam urusan mencetak gol. Tak terkecuali di musim 2018/19.

Penyerang yang kini mengenakan nomor punggung 10 itu menjadi topskor 'The Reds' musim ini karena sanggup mencetak 4 gol dalam 4 penampilannya di ajang Premier League. Terbaru, Mane menjadi salah satu bintang di balik kemenangan Liverpool 2-1 atas Leicester City di King Power Stadium, Sabtu (1/9/2018). Dari situ, wajar jika ada yel-yel khusus dari suporter Liverpool untuk menyemangati Mane ketika dia tengah bermain.

Di luar lapangan pun, dia juga tak letih menebar senyum. Teraktual, salah satu imam di London, Khalil Laher, mengunggah video ketika Mane tengah membersihkan area wudu dan toilet pria di salah satu masjid tertua di Kota Liverpool, Masjid Al-Rahma.

embed from external kumparan

Kala itu, Mane dibantu oleh seorang pria dewasa dan seorang bocah laki-laki untuk menyikat lantai keramik dengan air sabun. Setelahnya, tentu saja, disiram agar lantai tak licin. Ketika menyiram air, Mane bercanda dengan sang bocah dengan sekali-kali memercikkan air kepadanya. Tawa pun sesekali pecah dalam kegiatan tersebut.

Ketika itulah Laher tiba. Lalu, Laher mengucap masyaallah ketika melihat Mane dan memutuskan untuk mengabadikannya dalam video dengan harapan aksi seperti ini akan banyak ditiru oleh figur populer lainnya. Entah figur itu pesepak bola, atau pun tidak.

Sebelum mendulang senyum karena aksinya itu, Mane juga sempat menunjukkan gesture menyejukkan ketika menyumbangkan 300 kaus Liverpool kepada suporter yang berasal dari kampung halamannya, Bambali, Senegal, untuk merayakan keberhasilan timnya lolos ke final Liga Champions musim 2017/18.

Di balik tingkah laku Mane yang mengagumkan itu, tersembunyi masa kecil yang cukup keras. Anak imam masjid itu menghabiskan masa kecilnya di Bamali yang dikenal sebagai kawasan gerakan separatis di Senegal. Lara di masa lalunya itulah yang membentuk cara pandangnya terhadap kehidupan.