Kumparan Logo

Setelah Melatih Spurs, Mourinho Ingin Pulang Kampung

kumparanBOLAverified-green

Mourinho memimpin sesi latihan Tottenham untuk kali pertama. Foto: THFC
zoom-in-whitePerbesar
Mourinho memimpin sesi latihan Tottenham untuk kali pertama. Foto: THFC

Meski baru menjabat sebagai pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho telah merancang rencana kariernya dengan cukup detail. Sosok asal Setubal ini ingin di Spurs selama 5,5 tahun, sebelum pada akhirnya pulang kampung dan menangani Vitoria FC.

"Spurs akan menjadi tim terakhir saya di Inggris. Saya bakal senang jika bisa bertahan di sini dalam beberapa tahun. Jika saya bisa bertahan 5,5 tahun seperti Mauricio Pochettino, itu bakal luar biasa," kata Mourinho, dikutip dari The Telegraph.

"Mungkin, jika itu terjadi, saya bakal meninggalkan Spurs di usia 61 tahun. Mungkin pula sisa usia saya hanya tinggal 10 tahun lagi. Kalau begitu, Vitoria Setubal, tim kampung halaman saya di Portugal, bakal menjadi tim terakhir saya," imbuhnya.

Soal bertahan lama di suatu klub, ini bukan kali perdana Mourinho mengatakan demikian. Juni 2013, sosok yang pernah melatih Real Madrid ini baru melatih Chelsea dan dia mengutarakan keinginannya untuk bertahan lebih dari empat tahun.

Namun, semua orang tahu bagaimana akhirnya. Akibat rentetan hasil negatif, Mourinho dipecat pada Desember 2015. Mei 2016, dia diumumkan sebagai manajer Manchester United. Namun, Mourinho dipecat pada Desember 2018 dengan alasan yang sama.

Mourinho usai laga lawan Sevilla. Foto: Reuters / David Klein

Sementara mengenai Setubal, kota ini terasa spesial bukan karena hanya di sanalah dia dilahirkan. Ayahnya, Felix, merupakan kiper andalan Vitoria dari masa 1955-1968 dan sempat pula melatih tim tersebut dalam dua musim terhitung dari 1995.

Seperti ayahnya, Mourinho menjadi kebanggaan orang-orang Setubal. Bahkan, pada Oktober 2017, namanya sendiri diabadikan menjadi salah satu jalan di kota tersebut. Saat kemarin tak melatih pun, Mourinho sempat menghabiskan waktunya di Setubal.

"Saya datang ke Setubal karena saya menyayanginya. Saya masih punya ibu dan kota ini pula membuat saya dekat dengan mendiang ayah saya. Saya suka ke sini karena anak-anak saya tak mencintai Setubal sehebat saya," kata Mourinho pada 2017, dikutip dari Goal.

"Setubal hanyalah satu-satunya kota yang membuat saya bisa merasa menjadi diri saya sendiri. Orang-orang memanggil saya Ze Mario, dan di sini orang-orang memperlakukan saya dengan cara yang paling saya sukai," imbuh sosok berusia 56 tahun ini.

Jose Mourinho (kiri) saat menjuarai Liga Champions bersama Inter Milan. Foto: CHRISTOPHE SIMON / AFP

Well, jika semua rencana ini mulus, tentu Mourinho tak hanya dicintai orang-orang dari tanah asalnya saja. Bisa saja dunia sepak bola juga bakal move on dari kegagalannya di Chelsea dan United, dan mengingatnya sebagai seorang pemenang.

Sesuatu yang sudah dia inginkan sejak pertama kali mengenalkan dirinya ke dunia dengan sebutan The Special One.

-----

Saksikan pertandingan perdana Jose Mourinho sebagai manajer Tottenham Hotspur dalam Derbi London melawan West Ham United, Sabtu (23/11) pukul 19:30 WIB, hanya di Mola TV secara gratis. Klik di sini.

Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo, buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersi original.

collection embed figure