Kumparan Logo

Thomas Tuchel Ngaku Khawatir soal Nasib Chelsea & Potensi Sanksi Abramovich

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Chelsea merayakan gelar juara Piala Dunia Antarklub usai mengalahkan Palmeiras di Stadion Mohammed Bin Zayed, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
 Foto: GIUSEPPE CACACE / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Chelsea merayakan gelar juara Piala Dunia Antarklub usai mengalahkan Palmeiras di Stadion Mohammed Bin Zayed, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Foto: GIUSEPPE CACACE / AFP

Thomas Tuchel blak-blakan khawatir soal nasib Chelsea yang dimiliki miliarder Rusia, Roman Abramovich. Terlebih, segala yang berhubungan dengan Rusia kini tengah diboikot di Inggris menyusul invasi ke Ukraina.

Baru-baru ini, sponsor Manchester United yang merupakan maskapai penerbangan asal Rusia, Aeroflot, dilarang memasuki Inggris Raya. Aeroflot sendiri merupakan mitra komersial MU sejak 2013 lalu. 'Setan Merah' bahkan dilaporkan segera memutus kontrak kerja sama dengan Aeroflot.

Anggota Parlemen Inggris, Layla Moran, menyebut Roman Abramovich ada di antara 35 orang Rusia terkemuka yang dia yakini asetnya harus dibekukan dan disita. Jika sanksi diterapkan, semua aset individu yang disebutkan atas namanya akan dibekukan.

Pemilik Chelsea, Roman Abramovich. Foto: Reuters / Dylan Martinez Livepic

“Saat ini saya ingin mengambil hak saya untuk tidak mengomentarinya, sampai ada keputusan yang dibuat. Tapi kami menyadarinya, itu mengganggu dan membuat kami khawatir, dan pada tingkat tertentu, saya dapat memahami pendapat kritis terhadap klub dan terhadap kami yang mewakili klub," ucap Tuchel, dikutip dari The Athletic.

“Saya bisa mengerti dan kami tidak bisa sepenuhnya membebaskan diri dari itu. Tapi, mungkin orang juga mengerti bahwa saya sebagai pelatih dan para pemain tidak memiliki wawasan tentang apa yang sebenarnya terjadi," imbuh pelatih asal Jerman itu soal konflik Rusia-Ukraina.

Lebih lanjut, Thomas Tuchel menambahkan bahwa sulit untuk sepenuhnya fokus pada pertandingan mengingat krisis yang terjadi di Ukraina.

“Saya pikir Anda tidak bisa [menutup diri dari itu]. Situasinya terlalu besar. Ini bukan situasi yang terisolasi di suatu tempat–ini menyangkut Eropa dan kami adalah bagian dari Eropa. Kita tidak bisa mengatakan 'Mari kita singkirkan ini'," tutur Tuchel.

Manajer Chelsea Thomas Tuchel merayakan dengan trofi setelah memenangkan Liga Champions (29/5). Foto: Pool via REUTERS

“Saya pikir sebaliknya: Kita harus hidup dengan itu sekarang. Tidak lari darinya. Tidak ada yang menutup pintu dan 'Sekarang kami fokus pada sepak bola'."

“Ini membawa ketidakpastian besar, lebih banyak lagi bagi orang dan keluarga saat ini, lebih banyak terlibat daripada kami. Harapan terbaik kami serta salam dan pikiran kami jelas bersama mereka,” pungkasnya.

Terlepas dari itu, Chelsea yang kini duduk di urutan ketiga Liga Inggris dengan raihan 50 poin punya 2 laga tunda, kontra Arsenal dan Leicester City. Armada Thomas Tuchel harus fokus terlebih dahulu meladeni kekuatan Liverpool di final Piala Liga Inggris 2021/22 yang akan dihelat Minggu (27/2) malam WIB.