Alexia Putellas Temui Presiden FIFA, Bahas Piala Dunia Antarklub Wanita

26 Desember 2023 12:01 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Gelandang Barcelona Femeni, Alexia Putellas. Foto: Instagram/@alexiaputellas
zoom-in-whitePerbesar
Gelandang Barcelona Femeni, Alexia Putellas. Foto: Instagram/@alexiaputellas
ADVERTISEMENT
Sabtu (23/12) lalu, superstar Barcelona Femeni, Alexia Putellas, menghadiri partai final Piala Dunia Antarklub yang mempertemukan Manchester City dengan Fluminense di King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi. Di lokasi yang sama, Putellas bertemu dengan presiden FIFA, Infantino Gianni, untuk membahas perkembangan sepak bola wanita.
ADVERTISEMENT
Dalam pertemuan tersebut, keduanya berbincang mengenai rencana pembentukan Piala Dunia Antarklub Wanita—kompetisi yang belum juga terlaksana hingga kini.
Sebetulnya, wacana tersebut sudah pernah disampaikan FIFA pada Desember 2022. Pihaknya bahkan berencana akan memasukkan kompetisi tersebut ke dalam kalender, selain Piala Dunia Futsal Wanita.
Namun, hingga kini, Piala Dunia Antarklub Wanita belum juga terlaksana. Pun tidak ada kepastian mengenai kapan tanggal berlangsungnya, seperti apa formatnya, dan siapa saja tim-tim yang berlaga.
Maka dari itu, FIFA, selaku induk sepak bola dunia, meminta masukan dari para pemain soal rencana pembentukan Piala Dunia Antarklub Wanita. Alexia Putellas, gelandang Barcelona, menjadi salah satu yang diminta pendapat.
Gelandang Barcelona Femeni, Alexia Putellas. Foto: Instagram/@alexiaputellas

Jejak-Jejak Piala Dunia Antarklub Wanita

Piala Dunia Antarklub Wanita sebenarnya pernah ada satu dekade silam, tepatnya November 2012. Namun, kompetisi yang bernama International Women’s Club Championship (IWCC) itu bukan diselenggarakan oleh FIFA, melainkan Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) dan Liga Nadeshiko.
ADVERTISEMENT
Pada saat itu, tim yang berpartisipasi hanya sedikit, yaitu Olympique Lyonnais (Prancis), Canberra United (Australia), INAC Kobe (Jepang), dan NTV Beleza (Jepang). Keempat tim tersebut adalah mereka-mereka yang berhasil menjuarai liga.
Pada Oktober 2012, seorang pejabat tinggi Liga Nadeshiko, Yoshiro Taguchi, berencana akan menggelar kompetisi tersebut untuk tiga tahun sekali dan memperluasnya hingga beberapa tim dari benua lainnya. Rencana tersebut mendapat dukungan dari FIFA sebagai padanan kompetisi sepak bola pria, Piala Dunia Antarklub FIFA.
Selang setahun kemudian, Komite Eksekutif FIFA menerima proposal dari tim khusus FIFA yang menangani sepak bola wanita. Proposal tersebut berisi rencana penyelenggaraan Piala Dunia Antarklub Wanita FIFA 2014.
São José Esporte Clube (Pemenang Copa Libertadores Femenina 2013) dan VfL Wolfsburg (juara Liga Champions Wanita musim 2012/13) mengajukan diri untuk bergabung setelah FIFA menyetujui pertandingan antar kedua tim tersebut digelar pada 2014. Namun, pertandingan itu tak jadi diselenggarakan.
ADVERTISEMENT
Dari 2014 sampai sekarang, wacana soal Piala Dunia Antarklub Wanita hanya sekadar janji yang belum juga ditepati.
Adapun kabar terakhir mengenai rencana tersebut disampaikan langsung oleh ketua sepak bola wanita FIFA, Sarai Bareman, pada 22 Agustus kemarin. Ia melaporkan bahwa saat ini FIFA tengah membuat format kompetisinya.
“Kami sedang mengupayakan akses. Kami bekerja sama dengan konfederasi dan memastikan bahwa jalur kualifikasi diaktifkan di liga-liga di semua negara. Tapi, ya, ini adalah prospek yang menarik dan saya tidak sabar untuk bisa meluncurkannya,” pungkas Sarai Bareman, seperti dikutip dari Inside World Football.