Ambisi Satoru Mochizuki Bawa Timnas Wanita Indonesia ke Piala Dunia Wanita
·waktu baca 3 menit

Satoru Mochizuki memang baru diperkenalkan sebagai pelatih baru Timnas Wanita Indonesia pada 20 Februari kemarin. Namun, pelatih asal Jepang itu sudah memasang target tinggi bersama Garuda Pertiwi: lolos ke Piala Dunia Wanita.
Bagi Satoru Mochizuki, target lolos ke Piala Dunia Wanita adalah hal yang realistis. Sebab, menurutnya, Timnas Wanita Indonesia saat ini mendapat support yang baik dari pihak federasi.
Bahkan, secara personal Coach Satoru menarget Indonesia tak hanya jadi partisipan saja dalam Piala Dunia Wanita. Garuda Pertiwi bisa berbicara banyak bahkan menjadi juaranya.
"PSSI ingin memperkuat Timnas Wanita Indonesia dan mereka benar-benar serius, saya senang mendengar itu karena PSSI punya target yang ambisius," ucap Satoru Mochizuki, dikutip dari kitagaruda.id.
"Saya pun merasa tertantang untuk membawa Timnas Wanita Indonesia untuk menjuarai Piala Dunia," lanjutnya.
Coach Satoru pun lantas mencontohkan kesuksesan Timnas Wanita Jepang saat berhasil menyabet gelar juara Piala Dunia Wanita 2011. Saat itu ia berperan sebagai asisten pelatih Nadeshiko. Pelatih 59 tahun itu bilang ada dua kunci kesuksesan Jepang kala juara Piala Dunia Wanita, yakni improvisasi strategi dan konsistensi.
Soal yang kedua, Satoru Mochizuki menyebut Jepang butuh waktu yang cukup panjang untuk membangun timnas wanita jempolan. Kurang lebih 30 tahun waktu yang diperlukan sebelum akhirnya sukses membawa pulang trofi turnamen sepak bola wanita paling prestisius sejagat.
“Ada dua faktor Timnas Wanita Jepang bisa menjuarai Piala Dunia. Yang pertama, itu mereka bisa berimprovisasi dari strategi yang disampaikan. Yang kedua, adalah progres yang membutuhkan waktu dan konsistensi,” kata Coach Satoru.
Namun, Indonesia tak perlu waktu sepanjang itu untuk bisa membentuk timnas wanita yang baik. Satoru menilai kalau Indonesia diuntungkan karena bisa belajar dari progres pertumbuhan timnas wanita negara lain. “Dari 30 tahun, Indonesia bisa mempersingkat mungkin jadi 10 tahun,”
PSSI sebenarnya sudah punya target tersendiri agar Timnas Wanita Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia Wanita. Ketum PSSI Erick Thohir bilang kalau Piala Dunia edisi 2035 adalah waktu yang ideal untuk Garuda Pertiwi merasakan panggung terbesar di kancah sepak bola wanita internasional.
Tak hanya lolos Piala Dunia Wanita, timnas putri juga bahkan ditarget untuk bisa menjuarai Piala Asia Wanita 2038. Dua target tinggi itu harus bisa dicapai dalam 15 tahun ke depan.
"Tahun ini kita sudah merencanakan untuk 2035, kami ingin mencoba tim putri lolos kuota (Piala Dunia). Itu sudah ada di blueprint ketika memaparkan kepada FIFA," tutur Erick Thohir saat memperkenalkan Satoru Mochizuki pada 20 Februari lalu di Menara Danareksa, Jakarta.
Di kontrak awalnya, Satoru Mochizuki bakal menjadi juru taktik timnas wanita selama dua tahun. Namun, Erick Thohir mempersiapkannya untuk jangka yang panjang, dengan catatan ia bisa membawa Indonesia perform dalam beberapa turnamen ke depan.
Ujian Terdekat Satoru Mochizuki: Piala Asia Wanita U-17
Sebelum harus menggapai target-target besar di tim senior wanita, Satoru Mochizuki bakal mendapat ujian awal di Piala Asia Wanita U-17. Di turnamen itu Indonesia didaulat menjadi tuan rumahnya pada 6-29 Mei mendatang. Tim Garuda tergabung di Grup A bersama Korea Selatan, Korea Utara, dan Filipina.
PR pertamanya adalah mencari pemain untuk turnamen tersebut. Karena ketiadaan kompetisi, Coach Satoru pun harus blusukan ke beberapa daerah untuk menjaring pemain. Sejauh ini, Satoru terpantau sudah hadir ke beberapa kota seperti Bandung dan Yogyakarta.
“Dalam waktu dekat, saya akan pergi ke beberapa kota yang disepakati direktur teknik, Coach Indra (Sjafri), untuk scouting jelang persiapan Piala Asia Wanita U-17,” kata Satoru pada 20 Februari lalu.
Erick Thohir sendiri tak membebani target apa pun untuk Satoru Mochizuki di Piala Asia Wanita U-17. Tapi, jika Coach Satoru mampu perform, setidaknya lolos babak grup, tentu bakal jadi catatan manis di awal langkahnya bersama Garuda Pertiwi.
