Kumparan Logo

Buntut Insiden Drone, Pelatih Timnas Kanada Pilih Absen di Laga vs Selandia Baru

kumparanBOLANITA

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Timnas Wanita Kanada Christine Sinclair berebut bola dengan pemain Timnas Wanita Selandia Baru Rebekah Stott pada pertandingan Grup E Piala Dunia Wanita Prancis 2019 di Stadion Alpes di Grenoble, Prancis, pada 15 Juni 2019. Foto: Jean-Pierre Clatot / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Timnas Wanita Kanada Christine Sinclair berebut bola dengan pemain Timnas Wanita Selandia Baru Rebekah Stott pada pertandingan Grup E Piala Dunia Wanita Prancis 2019 di Stadion Alpes di Grenoble, Prancis, pada 15 Juni 2019. Foto: Jean-Pierre Clatot / AFP

Pelatih Timnas Wanita Kanada, Beverly Priestman, memilih absen dalam laga perdana Olimpiade Paris 2024 melawan Selandia Baru. Keputusan ini diambil setelah stafnya ketahuan terlibat insiden mata-mata terhadap Football Ferns—julukan Timnas Wanita Selandia Baru—beberapa hari lalu.

Insiden tersebut bermula pada saat Selandia Baru tengah berlatih di St Etienne, Prancis, pada Senin (22/7) kemarin, jelang Olimpiade Paris 2024. Tak disangka, latihan mereka diintip oleh staf tim yang menjadi lawan mereka di partai pembuka Olimpiade nanti, Kanada, menggunakan pesawat nir awak atau drone.

Kejadian itu membuat Komite Olimpiade Selandia Baru (NZOC) langsung turun tangan dengan melaporkan staf tersebut ke Komite Internasional Olimpiade (IOC) yang berujung pada penahanan.

Berdasarkan informasi terbaru, Priestman mengaku tak tahu-menahu soal insiden yang melibatkan stafnya itu. Namun karena merasa bertanggung jawab, ia memilih mundur dari pertandingan perdana fase Grup A melawan Selandia Baru di Stadion Geoffroy-Guichard, Prancis, yang dijadwalkan pada Kamis (25/7).

“Terlepas dari rinciannya, pada akhirnya saya bertanggung jawab atas tim ini,” kata Priestman usai sesi latihan Timnas Wanita Kanada pada Rabu (24/7) kemarin, mengutip The Guardian.

“Saya sama sekali tidak mengarahkan orang-orang itu. Saya masih mempelajari semuanya dan jelas ini semua sedang berlangsung. Namun sekali lagi, yang terpenting saat ini adalah melihat ke depan, mengambil tindakan, dan menerima sanksi,” sambungnya.

Komite Disiplin FIFA telah memulai proses hukum terhadap Komite Olimpiade Kanada (COC), termasuk Pristman, atas kasus tersebut. Pihak COC menyatakan bahwa tim sepak bola mereka telah bersikap transparan dan kooperatif selama proses penyelidikan berlangsung.

Setelah dikabarkan mundur, Timnas Wanita Kanada akan dipimpin sementara oleh asisten Priestman, Andy Spence. Ia akan mendampingi The Canucks—julukan Timnas Wanita Kanada—selama pertandingan melawan Selandia Baru.

Pemain Timnas Wanita Kanada Nichelle Prince berebut bola dengan pemain Timnas Wanita Selandia Baru Abby Erceg pada pertandingan Grup E Piala Dunia Wanita Prancis 2019 di Stadion Alpes di Grenoble, Prancis, pada 15 Juni 2019. Foto: Jean-Pierre Clatot / AFP

Libatkan Dua Staf, Satu Kena Hukuman Percobaan

Berdasarkan laporan terbaru yang dikutip dari BBC Sports pada Rabu (24/7), ada dua orang staf Kanada yang bertanggung jawab atas insiden mata-mata itu. Yang pertama adalah Jasmine Mander, asisten Priestman. Yang kedua adalah Joseph Lombardi, seorang analis taktik Timnas Wanita Kanada.

Keduanya dilaporkan sebagai orang yang memata-matai Timnas Wanita Selandia Baru di sesi latihan pada 19 dan 22 Juli. Setelah diinvestigasi COC, Mander dan Lombardi kemudian dicoret dari daftar staf kepelatihan The Canucks untuk Olimpiade Paris 2024.

Salah satu dari mereka, yakni Joseph Lombardi, bahkan sampai diberi hukuman percobaan delapan bulan penjara setelah mengakui menggunakan drone untuk memata-matai sesi latihan Selandia Baru pada Senin (22/7) kemarin. Selain itu, dronenya juga disita.

Sementara itu, Jasmine Mander membantah keterlibatannya dalam insiden tersebut setelah diwawancarai pihak ofisial. Sementara ini, ia dibebaskan dari tuduhan tersebut.

instagram embed