Dihukum Minus 6 Poin di Olimpiade, Timnas Wanita Kanada Ajukan Banding
·waktu baca 2 menit

Federasi sepak bola Kanada resmi mengajukan banding terhadap hukuman pengurangan poin di fase grup sepak bola wanita Olimpiade Paris 2024. Hukuman tersebut, plus skorsing terhadap pelatih Beverly Priestman selama satu tahun, mereka dapat karena dua staf Timnas Kanada ketahuan memata-matai latihan Timnas Selandia Baru menggunakan drone.
Dikutip dari BBC, upaya banding dari Timnas Kanada tersebut bertujuan untuk membatalkan atau mengurangi pengurangan poin yang mereka terima. Meski begitu, sampai saat ini, Timnas Kanada tak mengajukan upaya banding terhadap skorsing Priestman.
Timnas Kanada mengatakan bahwa banding tersebut diajukan terhadap hukuman yang menurut mereka tidak proporsional dengan pelanggaran yang dilakukan. Mereka bilang, pengurangan poin tersebut secara tidak adil juga menghukum para atlet untuk aksi yang tidak melibatkan mereka.
Sementara itu, Priestman dalam pernyataan terbukanya mengatakan bahwa ia sangat sedih dengan hukuman yang ia dan dua pelatih Kanada lainnya, Joseph Lombardi & Jasmine Mander, terima.
“Aku merasa patah hati untuk para pemain. Aku juga mau meminta maaf dari hatiku yang paling dalam untuk dampak situasi ini yang jelas mempengaruhi mereka,” kata Priestman dikutip dari BBC.
Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) kemungkinan besar akan mengumumkan hasil banding tersebut Rabu (31/7) esok hari.
Tampil Baik tanpa Priestman
Saat ini Kanada berada di posisi ketiga di Grup A, di bawah Kolombia dan Prancis, dengan poin nol. Mereka telah menang dua kali—melawan Selandia Baru dan tuan rumah Prancis dengan skor 2-1.
Yang luar biasa, meski dikurangi 6 poin, mereka tetap masih bisa lolos asalkan bisa menang di pertandingan terakhir melawan Kolombia. Tanpa Priestman, Kanada dipimpin oleh Andy Spence, asisten pelatih tim nasional, dalam upaya mereka mempertahankan medali emas Olimpiade yang mereka menangi di Olimpiade Tokyo 2020 lalu.
