Erick Thohir: Pelatih Timnas Wanita asal Jepang Datang 19 Februari
ยทwaktu baca 3 menit

Pertanyaan soal kapan Timnas Wanita Indonesia akan mempunyai pelatih baru perlahan mulai terjawab. Ketum PSSI, Erick Thohir, menyebut jika Garuda Pertiwi akan kehadiran pelatih baru asal Jepang pada 19 Februari nanti.
Hal itu diungkapkan Erick Thohir dalam konferensi pers PSSI di FX Sudirman, Senayan, Jakarta, Senin (22/1) kemarin. Ketum PSSI itu bilang pelatih asal Jepang yang dihadirkannya ke Indonesia punya CV yang mentereng.
"InsyaAllah tanggal 19 Februari coach tim nasional (wanita) kita dari Jepang akan hadir," tutur Erick Thohir.
"Coach yang sudah membawa Timnas Jepang ke Piala Dunia (Wanita). Jadi kita juga track record-nya untuk tim nasional ini bener-bener pelatih yang bukan asal ambil tapi yang punya track record," lanjut Ketum PSSI itu.
Kendati sudah menyebut tanggalnya, Erick Thohir tak menyebutkan nama pelatih asal Jepang yang ia maksud. Tapi, ia menyebut pihaknya harus merogoh kocek agak dalam demi mendatangkan juru taktik bagi Shafira Ika cs.
"Biayanya gede," ucap Erick pada (8/1) lalu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Kursi pelatih Timnas Wanita Indonesia memang masih kosong sejak kontrak Rudy Eka Priyambada habis pada 31 Juli 2023 lalu. Sejak saat itu juga Garuda Pertiwi tak punya nakhoda.
Di lain sisi, rencana mendatangkan pelatih dari Jepang memang sudah dicanangkan PSSI sedari Mei 2023 lalu. Wacana itu hadir tatkala Erick Thohir dan jajarannya berkunjung ke Jepang untuk melangsungkan penandatanganan kerja sama (MoU) dengan Presiden Federasi Sepak Bola Jepang (JFA), Tashima Kozo.
Dalam pertemuan itu, Erick menyebut ada beberapa kesepakatan antara PSSI dan JFA. Salah satu kesepakatannya yakni PSSI meminta kerja sama kepada pelatih dari Jepang untuk menangani sepak bola wanita Indonesia.
Lalu, siapa pelatih asal Jepang yang Erick Thohir maksud?
Menakar Siapa Pelatih Timnas Wanita asal Jepang
Merujuk pernyataan Erick Thohir, setidaknya ada dua poin yang ia tekankan. Pertama, pelatihnya asal Jepang. Kedua, pernah membawa Timnas Wanita Jepang ke Piala Dunia Wanita.
Jika melihat data yang ada, Timnas Wanita Jepang memang selalu ditangani oleh pelatih lokal. Lalu, Nadeshiko juga tak pernah absen dalam gelaran Piala Dunia Wanita sejak 1991.
Kita kerucutkan dalam tiga edisi Piala Dunia Wanita terakhir. Jepang punya tiga arsitek berbeda dalam tiga edisi Pildun terakhirnya, yakni Norio Sasaki (2015), Asako Takakura (2019), dan Futoshi Ikeda (2023).
Untuk Futoshi Ikeda kemungkinannya sangat kecil, sebab ia saat ini masih terikat kontrak dan mampu membawa Nadeshiko ke perempat final Piala Dunia Wanita 2023.
Dua nama tersisa, yakni Norio Sasaki dan Asako Takakura. Norio Sasaki terakhir kali menjadi pelatih pada 2021 saat menangani Omiya Ardija, setelahnya ia belum lagi menangani tim mana pun. Sedangkan, Asako Takakura masih aktif melatih Shanghai Women FC yang mentas di Liga China Wanita dari 2023.
Tapi, jika dibandingkan dari segi prestasi keduanya cukup jomplang. Norio Sasaki mampu membawa Jepang dua kali ke final, yakni pada edisi 2011 dan 2015. Bahkan, di edisi 2011 mereka adalah juaranya. Sedangkan, Asako Takakura hanya mampu membawa Nadeshiko ke 16 besar di edisi 2019 yang dihelat di Prancis.
Meski begitu, kemungkinan pelatih baru Garuda Pertiwi berada di luar tiga nama itu juga tak kalah besar. Bisa saja yang dimaksud Erick adalah salah satu pelatih yang ada di tim kepelatihan Jepang di Piala Dunia Wanita. Membicarakan sepak bola wanita di Indonesia memang tidak boleh terlalu optimistis.
Lantas, siapa pelatih asal Jepang yang akan menangani Timnas Wanita Indonesia? Menarik untuk dinantikan.
